Persib Bandung Pertahankan Mayoritas Pemain Jelang Kompetisi Musim Baru
Persib Bandung mulai menyusun kekuatan skuad untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027 di tengah rumor masa depan kepelatihan tim, seperti dilansir dari Bola.
Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas tim menjelang bergulirnya kompetisi domestik pada 4 September 2026 dan laga kualifikasi AFC Champions League Two 2026/2027.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menjelaskan bahwa dirinya akan segera melakukan pertemuan formal dengan jajaran manajemen klub untuk membahas kelanjutan masa depannya.
"Mengenai musim depan, saya hanya akan melakukan pertemuan dengan Pak Glenn dan Stanley, saya akan berdiskusi mengenai musim depan dan kalian akan tahu dalam beberapa hari ke depan," ujar Bojan Hodak.
Pertemuan tersebut menjadi krusial mengingat spekulasi mengenai kepindahan pelatih asal Kroasia itu marak beredar di media sosial belakangan ini.
Terkait jadwal persiapan tim, program latihan direncanakan bakal bergulir setelah pihak manajemen mengantongi jadwal resmi kompetisi.
"Pada dasarnya musim kompetisi baru dimulai 4 September. Namun di masa jeda ini kami juga harus memainkan laga kualifikasi AFC Champions League Two," imbuh Bojan Hodak.
Manajemen Maung Bandung tetap mengedepankan kelangsungan program teknis agar kesiapan fisik pemain berada dalam kondisi maksimal saat pramusim dimulai.
"Ketika jadwal sudah pasti, kami akan mulai berlatih, kemungkinan pada bulan Juli," lanjut Bojan Hodak.
Mengenai komposisi pemain, sebagian besar pilar utama dipastikan tetap berseragam Persib Bandung karena faktor ikatan kontrak yang masih berjalan.
"Mungkin sekitar 80 persen pemain akan bertahan. Ketika tim berada di peringkat pertama, kami tidak perlu banyak perubahan," jelas Bojan Hodak.
Keputusan mempertahankan kerangka tim ini dinilai sebagai langkah strategis agar kerja sama taktis yang sudah terbangun tetap terjaga dengan baik.
"Tahun ini kebanyakan pemain masih memiliki kontrak. Jadi saya rasa sekitar 80 persen akan tetap bersama tim," terang Bojan Hodak.
Selain membahas proyeksi skuad, juru taktik berusia 55 tahun itu juga memberikan apresiasi terhadap gelar pelatih terbaik yang berhasil disabetnya.
"Tentu bagus bagi saya menjadi pelatih terbaik. Tapi ini bukan hanya karena saya. Ada kontribusi dari manajemen, pemain, staf, dan juga suporter. Semua punya bagian dalam pencapaian ini," pungkas Bojan Hodak.