Persib Bandung Pertahankan Mayoritas Pemain untuk Musim Depan
Evaluasi skuad langsung dilakukan oleh manajemen Persib Bandung setelah tim berhasil mencatatkan hattrick juara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Langkah tersebut diambil demi menjaga stabilitas dan kekuatan tim dalam menghadapi kompetisi musim depan.
Manajer sekaligus Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, memastikan bahwa sebagian besar pemain musim ini akan tetap dipertahankan. Fondasi tim saat ini dinilai masih sangat layak untuk diandalkan kembali.
“Ya, tadi saya sudah bicara ini (mengenai evaluasi) dan pemain sekitar 80 persen sampai 90 persen kemungkinan bertahan,” ujar Umuh Muchtar di kediamannya di Desa Ciluluk, Tanjungsari, Sumedang, Senin (25/5/2026), seperti dikutip dari Bola.
Keputusan manajemen untuk tidak merombak total tim dinilai sejalan dengan performa Maung Bandung yang konsisten sepanjang musim. Selain soliditas permainan di lapangan, kekompakan di dalam ruang ganti juga menjadi kunci utama di bawah kepelatihan Bojan Hodak.
Selain fokus pada komposisi pemain, manajemen PT PBB juga sedang membahas kelanjutan masa depan pelatih kepala, Bojan Hodak. Kontrak arsitek taktik asal Kroasia tersebut dijadwalkan akan berakhir pada akhir Mei 2026.
Umuh mengonfirmasi bahwa Bojan Hodak akan melakukan pertemuan dan pembicaraan langsung dengan Direktur Utama PT PBB, Glenn Sugita. Pertemuan ini krusial untuk menentukan nasib kerja sama kedua belah pihak ke depan.
“Ya, coach Bojan akan ada perbincangan dengan Pak Glenn hari ini, nanti akan ada keputusan, harusnya sore ini sudah ada keputusan,” ucap Umuh.
“Insya Allah, hari ini bicara dengan Pak Glenn, nanti keputusannya bagaimana, kita tunggu saja,” lanjut pria yang akrab disapa Pak Haji tersebut.
Spekulasi mengenai masa depan Bojan Hodak sempat mengemuka setelah muncul kabar burung yang menyebutkan sang pelatih berpotensi hengkang karena alasan personal. Namun, hingga saat ini manajemen belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Manajemen Tegaskan Tidak Ada Intervensi Teknis
Umuh juga mempertegas sikapnya mengenai batasan wewenang di dalam tim Persib. Ia menyatakan secara terbuka bahwa dirinya tidak pernah ikut campur dalam urusan teknis permainan maupun pemilihan pemain di lapangan.
Bagi Umuh, seluruh keputusan mengenai taktik dan komposisi pemain yang bertanding merupakan hak prerogatif penuh dari jajaran tim pelatih.
“Semua tahu bahwa saya tidak pernah intervensi dan tidak akan. Ini pelatih terbaik, klub terbaik. Jadi saya tidak pernah bilang si A atau si B harus main,” tegasnya.
Ia meminta agar seluruh pihak dan pendukung dapat menghormati setiap keputusan yang diambil oleh pelatih dalam meramu strategi tim.
“Itu keputusan pelatih, dan pelatih yang paling tahu kebutuhan tim,” lanjutnya.
Di sisi lain, dedikasi Umuh terhadap klub tetap terlihat meskipun kondisi fisiknya sempat menurun setelah mengikuti seluruh rangkaian konvoi perayaan juara bersama tim. Pria berusia 77 tahun ini tetap memaksakan diri hadir dalam acara syukuran yang digelar bersama masyarakat sekitar.
“Tadi juga sempat was-was, apakah saya bisa hadir atau tidak, tapi Alhamdulillah akhirnya bisa datang,” kata Umuh.
“Apa pun juga, nyawa saya berkorban demi Persib dan untuk membahagiakan rakyat Jawa Barat,” pungkasnya.