Perjuangan Ketat Pesepak Bola Putri Cilik Menuju Skuad All Stars
Bisa tampil di turnamen MilkLife Soccer Challenge All Stars bukanlah perkara mudah bagi pesepak bola putri usia dini. Mereka harus melewati banyak rintangan untuk bisa berada di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, untuk mewakili kotanya bertemu dengan tim All Stars dari kota lain.
Sebelum terpilih masuk tim mewakili kotanya di MilkLife Soccer Challenge All Stars, para pemain harus memulainya dengan bermain bersama tim sekolahnya, baik madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar, di regional masing-masing dengan dua seri dalam satu musim. Kudus, Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bekasi, dan Malang menggelar dua seri dalam satu musim pada 2025/2026. Sementara Samarinda dan Banjarmasin yang baru dimulai pada seri kedua, baru menjalani satu edisi pada musim 2025/2026.
Dari turnamen selama kurang lebih satu pekan di kota masing-masing itulah pemain putri usia dini ini memulainya. Dari seri regional itu, pemain-pemain yang dianggap memiliki potensi akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti extra training. Menurut Timo Scheunemann, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, para pemain yang mengikuti extra training pun harus serius karena ada sistem promosi-degradasi yang berlaku di sana. Jadi setelah bisa mengikuti extra training pun belum tentu sang pemain bisa terpilih masuk ke dalam tim All Stars.