Performa Buruk Luke Shaw Memicu Desakan Pembelian Hậu Vệ Kiri Baru
Kekalahan Manchester United 2-4 dari AC Milan pada laga pra-musim di Stadion Tarczynski Arena, Wroclaw, memicu gelombang kritik tajam dari para penggemar terhadap bek kiri Luke Shaw.
Meskipun Shaw tampil penuh dalam 38 pertandingan Liga Premier musim 2025/26, penampilannya selama 90 phút melawan skuad asuhan Ruben Amorim mencatatkan statistik buruk, termasuk tanpa tekel berhasil, nol kemenangan duel bawah, dan tujuh kali kehilangan bola.
Reaksi keras langsung membanjiri media sosial tak lama setelah laga usai, di mana para pendukung mendesak manajemen klub untuk segera mengambil tindakan di bursa transfer.
"Tidak bisa dipercaya lagi Luke Shaw," ujar seorang penonton.
Pendukung lain turut menyuarakan desakan serupa agar pelatih Michael Carrick mendapatkan opsi baru di lini pertahanan.
"Saya butuh pengganti Shaw sekarang juga. Harus membeli bek kiri segera, Shaw benar-benar sudah habis masa kejayaannya," kata pengamat lain.
Kritik juga ditujukan pada kebijakan transfer klub yang dinilai lambat dalam mengantisipasi kelemahan di sektor sayap.
"Shaw bermain sangat buruk. Sangat sulit dipahami mengapa Man Utd belum berusaha merekrut beberapa bek sayap," tutur seorang pendukung.
Selain sorotan pada performa individu, dominasi AC Milan di lini tengah juga menjadi perhatian serius para fans jelang bergulirnya musim baru.
"AC Milan milik Amorim menguasai Man United. Lini tengah tercekik. Luke Shaw tidak memberikan kontribusi apa pun dan sepenuhnya menjadi beban di lapangan," ucap pendukung lainnya.
Kontrak Shaw sendiri akan berakhir pada Juni 2027, sementara opsi perburuan Lewis Hall dari Newcastle menghadapi kendala persetujuan. Manajemen INEOS kini mulai mengalihkan perhatian ke nama-nama lain seperti Joaquin Seys, Myles Lewis-Skelly, dan Antonee Robinson untuk mengisi posisi bek kiri.