Perang Kartel Sinaloa Tewaskan 12 Influencer Meksiko

Share

Eskalasi konflik bersenjata antara faksi Mayiza dan Chapiza dari Kartel Sinaloa telah menewaskan sedikitnya 12 influencer di Meksiko. Otoritas keamanan mengonfirmasi kematian terbaru menimpa pembuat konten profil tinggi, César Gastélum, yang ditembak mati di Culiacán.

Aksi penembakan terhadap Gastélum terjadi saat ia sedang melakukan siaran langsung di area layanan tanpa turun sebuah restoran cepat saji di Bulevar Sánchez Alonso. Dua pelaku yang mengendarai sepeda motor mengarahkan tembakan tepat ke kepala korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Gabinete de Seguridad Nacional melaporkan bahwa penyelidikan fokus memeriksa video siaran langsung sebelum insiden penembakan terjadi. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat membuat isyarat menyentuh pinggiran topi sembari menyanyikan lagu yang terafiliasi dengan faksi Mayos dan mengucapkan frasa dukungan untuk faksi tersebut.

Penggunaan topi diduga menjadi simbol identitas di antara para pembuat konten di Sinaloa yang berpihak pada La Mayiza. Sebelumnya pada Januari 2025, selebaran berisi foto 25 figur publik yang dituduh sebagai penyokong dana atau pencuci uang untuk Los Chapitos disebarkan melalui pesawat udara di Culiacán, dengan empat di antaranya bertanda telah dieksekusi.

Unidad de Inteligencia Financiera saat ini sedang menyelidiki lebih dari 60 pembuat konten di kawasan tersebut terkait dugaan pencucian uang hasil kejahatan melalui pendapatan iklan. Gelombang pembunuhan ini menyasar berbagai figur media sosial, termasuk Gerardo Moya, Víctor Manuel, Adalberto Peña Urquidez, Justin Paul, dan Leovardo Aispuro Soto.

Korban lainnya yang terdaftar dalam selebaran ancaman meliputi Jesús Miguel Vivanco García yang ditemukan tewas dengan 70 luka tembak, Juan Carlos, Rafael Lazcano Rosales, serta saudara dari pembuat konten terkenal seperti Adrián Antonio López Iribe. Pembunuhan juga meluas ke luar Sinaloa, menewaskan Camilo Ochoa Delgado di Morelos dan Gail Castro Cárdenas di Baja California.

Terkait keterlibatan pejabat publik dalam melindungi jaringan kejahatan terorganisir di Meksiko, pihak berwenang internasional memberikan peringatan tegas terhadap aparat yang terlibat.

"Jika Anda menggunakan jabatan publik untuk melindungi kartel, ini adalah peringatan untuk Anda: DEA akan mengejar Anda. Tidak ada gelar, jabatan, atau koneksi politik yang akan melindungi Anda. Ini mencakup anggota Pemerintah Meksiko yang melindungi pemimpin CJNG," kata Terry Cole, Director DEA.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author