Pep Guardiola Siap Tinggalkan Kursi Pelatih Manchester City Akhir Musim
Klub sepak bola Manchester City dilaporkan tengah bersiap menghadapi kepergian manajer Pep Guardiola pada akhir musim ini setelah pertandingan pamungkas Liga Inggris melawan Aston Villa.
Pihak internal klub meyakini juru taktik berusia 55 tahun tersebut akan menyudahi satu dekade masa baktinya di Stadion Etihad, meski kontraknya masih tersisa satu tahun lagi.
Mantan pelatih Chelsea Enzo Maresca kini berada di posisi terdepan sebagai kandidat suksesor untuk mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan Guardiola.
Selama sepuluh tahun menangani Manchester City sejak Juli 2016, Guardiola telah menyumbangkan 20 trofi mayor, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions pada 2023.
Spekulasi mengenai masa depan pria asal Spanyol ini terus bergulir dalam beberapa bulan terakhir, terutama menjelang laga-laga krusial di akhir musim.
Ketika ditanya sebelum laga final Piala FA mengenai kepastiannya bertahan di klub pada musim depan, Guardiola memberikan jawaban tegas.
"Yeah," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Guardiola kemudian menegaskan kembali status kontraknya yang masih berjalan bersama klub berjuluk Sky Blues tersebut.
"I am here, I have a contract," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Pertanyaan serupa kembali muncul dalam konferensi pers menjelang pertandingan tandang melawan Bournemouth yang dijadwalkan pada hari Selasa.
"Next. So many times – I have one more year," ucap Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Mengenai rumor mengenai rencana klub untuk menamai tribune North Stand yang baru diperluas dengan namanya, Guardiola mengaku tidak mengetahui hal tersebut.
"No, no, no, no, no, no, I have no idea [about] that," tutur Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Ia menambahkan bahwa pihak manajemen klub tidak perlu melakukan hal-hal yang berlebihan untuk memberikan penghormatan kepadanya.
"They don't have to do anything, honestly," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Sebelumnya, dalam konferensi pers sebelum pertandingan di Stadion Wembley, awak media juga sempat mempertanyakan apakah laga tersebut menjadi kunjungan terakhirnya.
"No way," cetus Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Guardiola juga sempat berseloroh mengenai frekuensi kunjungannya ke stadion nasional Inggris tersebut selama melatih di sana.
"No way. No way. I have a one year [left on my] contract," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Ia menyatakan kekecewaannya karena tidak ada fasilitas khusus yang dinamai menggunakan namanya di Wembley.
"I’m so disappointed that they don't make a stand for Pep [at Wembley], the number of times I’ve been there – at least a lounge or a box. Maybe I go 24 more times," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Sementara itu, setelah pertandingan final Piala FA selesai, pihak penyiaran TNT Sports kembali mencoba mengonfirmasi rumor kepergiannya dari Etihad.
"Rumours?" respons Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Guardiola langsung bergegas meninggalkan ruangan setelah memberikan jawaban singkat tersebut kepada para jurnalis.
"Have a lovely evening," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Di sisi lain, mantan manajer Chelsea Enzo Maresca dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Manchester City sejak akhir tahun lalu mengenai peluangnya menggantikan posisi Guardiola.
Maresca yang pernah menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2021 sempat membawa Chelsea lolos ke Liga Champions sebelum akhirnya berpisah pada Januari 2026.
"I still enjoy it," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Pernyataan itu sempat dilontarkan Guardiola di situs resmi klub setelah timnya mengalahkan Arsenal di final Piala Liga.
"Still, we are much better than last season but not the team we should be. That requires time. Hopefully, next season and the end of this season we can do it," tutur Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Mantan kapten Manchester United yang kini menjadi komentator Sky Sports, Gary Neville, menilai kabar kepergian Guardiola akan membawa dampak masif bagi konstelasi persaingan di kompetisi tertinggi Inggris.
"I'm surprised that it's broken right now. Not just because it's during this match, but it's the night before a Man City game," kata Gary Neville, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Neville menyamakan bobot pengumuman ini dengan momen ikonik saat para manajer legendaris lain memutuskan pensiun atau hengkang.
"Something like that is gamechanger news," ujar Gary Neville, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Ia mengandaikan berita ini layaknya kabar mengejutkan saat ia masih berada di bangku sekolah dahulu.
"I think of being in school and hearing the news of Kenny Dalglish leaving Liverpool, or Alex Ferguson leaving Manchester United and Jurgen Klopp leaving Liverpool recently," tutur Gary Neville, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Neville meyakini kebocoran informasi ini di saat krusial perburuan gelar juara akan menimbulkan kekecewaan besar di internal manajemen klub.
"They're such huge moments in football, and I don't see that it's news Man City would let get out or would want out there," kata Gary Neville, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Menurutnya, situasi ini tidak menguntungkan bagi fokus tim yang tengah bersiap melakoni laga sisa pekan ini.
"If it is true, Man City will be extremely disappointed that it has broken now, and so will Pep Guardiola," ucap Gary Neville, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Manchester City saat ini tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan wajib memenangkan laga kontra Bournemouth untuk menjaga peluang juara hingga pekan terakhir.