Pemerintah Salurkan KUR BRI 2026 dengan Bunga Enam Persen
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Kamis (9/7/2026) dengan ketetapan suku bunga sebesar 6 persen efektif per tahun bagi para pelaku UMKM.
Skema pembiayaan bersubsidi tanpa agunan ini menjadi pilihan utama bagi pengusaha mikro yang mencari tambahan modal usaha hingga Rp100 juta dengan masa operasional minimal enam bulan. Pemerintah Indonesia sendiri memercayakan alokasi dana subsidi penyaluran KUR sebesar Rp165 triliun kepada BRI guna menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional.
Berdasarkan informasi dari akurat.co, journalarta.com, dan publika.id, simulasi angsuran plafon Rp50 juta memiliki rincian cicilan mulai dari Rp4.326.337 untuk tenor 12 bulan hingga Rp990.060 untuk tenor 60 bulan. Selain melalui perbankan konvensional, pelaku usaha pada tahun 2026 juga memiliki alternatif pembiayaan digital melalui P2P lending berizin OJK dengan bunga 12 hingga 18 persen per tahun.
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 48 Bulan | Tenor 60 Bulan |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp50 Juta | Rp4.326.337 | Rp2.238.629 | Rp1.543.855 | Rp1.197.312 | Rp990.060 |
| Rp70 Juta | Rp6.056.872 | Rp3.134.081 | Rp2.161.397 | Rp1.676.237 | Rp1.386.084 |
Calon debitur KUR BRI diwajibkan melengkapi berkas administrasi berupa KTP, Kartu Keluarga, dan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan untuk proses verifikasi yang memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja.