Penumpang Batik Air Ditangkap Usai Coba Buka Pintu Darurat
Aparat kepolisian menangkap seorang penumpang bernama Jamsheer Athanikkal atas dugaan upaya merusak panel jendela dan memaksa membuka pintu darurat pesawat Batik Air penerbangan OD231 rute Kuala Lumpur menuju Kochi pada Rabu night.
Pria berusia 36 tahun asal Palakkad, Kerala tersebut melancarkan aksinya di tengah penerbangan antara pukul 21.30 hingga 23.05 waktu setempat. Tindakan berbahaya itu memicu kepanikan massal di antara para penumpang sebelum akhirnya pelaku berhasil diringkus.
Sejumlah penumpang lain bersama awak kabin dengan cepat mengintervensi aksi Jamsheer. Mereka memegang pintu serta menahan tubuh pelaku di lantai kabin hingga pesawat Boeing 737 tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Cochin sekitar pukul 23.30.
Petugas CISF langsung mengamankan Jamsheer begitu pesawat mendarat dan menyerahkannya kepada Kepolisian Nedumbassery. Penangkapan tersebut dilakukan menyusul laporan resmi yang diajukan oleh Tim Keamanan Batik Air di Kochi.
Kepolisian Kerala menjerat pelaku dengan Pasal 351(3) Bharatiya Nyaya Sanhita atas intimidasi kriminal, Pasal 11A Undang-Undang Penerbangan terkait pelanggaran petunjuk keselamatan, serta Pasal 118(e) Undang-Undang Kepolisian Kerala atas tindakan yang membahayakan keselamatan publik.
Seorang penumpang bernama Matty Mathew membagikan kesaksian mengenai insiden menegangkan tersebut melalui unggahan di media sosial.
"Ini adalah pengalaman yang sangat menakutkan, tetapi untungnya, kami semua selamat," kata Matty Mathew, penumpang Batik Air.
Ia mengungkapkan situasi di dalam kabin saat sebagian besar penumpang terbangun akibat suara hempasan udara yang kencang.
"Ini adalah penerbangan tengah malam, dan sebagian besar penumpang sedang tidur lelap ketika kami terbangun oleh suara hempasan udara yang keras dan menakutkan," ujar Matty Mathew.
Pintu darurat pesawat tidak ter buka penuh berkat sistem tekanan udara kabin dan rancangan teknis pesawat. Saksi mata mengapresiasi keberanian seluruh pihak yang membantu meredam situasi ekstrem tersebut di udara.
"Sangat berterima kasih kepada semua orang yang turun tangan selama momen-momen menakutkan itu," ucap Matty Mathew.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui motif pasti di balik aksi nekat pelaku. Pihak Batik Air telah menyerahkan penanganan kasus hukum sepenuhnya kepada otoritas kepolisian India.