Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Tumbuh Pesat di Indonesia Semester I 2026
Pasar otomotif Indonesia mencatatkan kenaikan penjualan wholesales sebanyak 436.564 unit pada semester pertama 2026, naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dilansir dari Detik Oto.
Mayoritas pembelian masih didominasi oleh mobil bermesin konvensional (internal combustion engine/ICE) dengan total penjualan 319.456 unit. Angka ini terdiri dari 263.950 unit non-LCGC dan 55.506 unit LCGC, meningkat dari 307.573 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Mobil bensin menguasai sekitar 73 persen dari seluruh pasar otomotif nasional, yang berarti dari setiap empat mobil baru yang terjual, tiga di antaranya adalah mobil bensin konvensional. Namun, penjualan Low Cost Green Car (LCGC) justru turun 18,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Kendaraan elektrifikasi menunjukkan lonjakan penjualan yang signifikan, terutama mobil listrik murni, hybrid, dan plug-in hybrid (PHEV). Mobil listrik murni terjual sebanyak 69.739 unit, naik 80,8 persen dari tahun sebelumnya.
Salah satu penyumbang utama adalah Jaecoo J5, yang meskipun hanya memiliki satu model, berhasil menjual 16.990 unit dan menguasai 24,36 persen pangsa pasar mobil listrik nasional.
Mobil hybrid menempati posisi ketiga dengan penjualan 43.366 unit, meningkat 47 persen dari tahun lalu. Segmen ini didominasi oleh Toyota melalui Innova Zenix HEV dan Veloz HEV yang bersama-sama menyumbang 24.426 unit atau 58 persen dari total penjualan hybrid nasional.
Penjualan mobil plug-in hybrid (PHEV) paling kecil dengan 5.003 unit, namun pertumbuhan kategori ini paling tinggi, mencapai 187,4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Segmen PHEV didominasi oleh pendatang baru dari China. BYD dengan model BYD M6 DM berhasil menjual 1.825 unit hanya dalam bulan Juni 2026, sementara Chery Group menjual total 1.814 unit melalui model Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.