Penjual Rugi Pengganjal Kembalikan 50 Porsi Ikan Fermentasi
Pengalaman pahit menimpa seorang pembuat makanan tradisional di Perak, Malaysia. Makanan olahan ikan fermentasi sebanyak 50 porsi dikembalikan oleh pelanggannya begitu saja tanpa dibayar. Kisah kemalangan tersebut dibagikan oleh sang anak melalui unggahan anonim di media sosial.
Seperti dilansir dari Detik Food, insiden ini terjadi di kawasan Parit Buntar, Perak. Kejadian bermula ketika seorang kenalan memesan 50 porsi pekasam ikan puyu. Makanan khas ini dibuat dari olahan fermentasi ikan air tawar yang memiliki cita rasa masam serta asin.
Demi menyelesaikan pesanan dalam jumlah besar, sang ibu rela bekerja keras hingga larut malam. Ia bahkan membeli wadah kemasan plastik baru agar hidangan terkemas dengan rapi.
Proses pengantaran makanan ke rumah pemesan sempat berjalan lancar. Namun, masalah justru muncul beberapa hari setelah barang berada di tangan pembeli.
Kesalahan Penyimpanan oleh Pembeli
Pelanggan tersebut mendadak mengembalikan seluruh paket ikan pekasam ke rumah penjual. Ia menuduh makanan tradisional olahan tersebut sudah berbau busuk dan tidak layak makan. Saat dikonfirmasi, pembeli mengaku tidak menyimpan pekasam puyu itu di dalam lemari pendingin. Kelalaian cara penyimpanan tersebut secara langsung menyebabkan kualitas makanan fermentasi menjadi rusak.
Meski kerusakan dipicu oleh kesalahannya sendiri, pelanggan itu tetap menolak membayar. Seluruh pesanan sebanyak 50 wadah dikembalikan begitu saja tanpa ganti rugi. Tindakan tidak bertanggung jawab tersebut memicu rasa sakit hati pihak keluarga.
Sang anak kemudian memutuskan untuk membantu menjual kembali olahan pekasam puyu itu kepada pengguna internet. Setiap porsi dijual seharga RM 10 atau sekitar Rp 43.819. Pembelian dilayani melalui sistem bayar di tempat untuk wilayah Perak, serta opsi pengiriman luar daerah dengan biaya tambahan RM 2 atau Rp 8.762.