Pengamat Sepak Bola Desak Evaluasi Wasit dan Skandal Pengaturan Skor AFF 2026
Pengamat sepak bola Akmal Marhali menuntut Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) mengevaluasi kualitas perangkat pertandingan setelah kontroversi wasit dan dugaan skandal pengaturan skor dalam Hyundai ASEAN Cup 2026.
Kontroversi terjadi saat laga Indonesia melawan Singapura, di mana penjaga gawang Singapura, Mohamad Izwan Mahbud, memegang bola dari umpan rekan setimnya di dalam area penalti pada menit ke-62 tanpa sanksi dari wasit.
Akmal Marhali menjelaskan aturan bahwa penjaga gawang tidak boleh menangkap bola dari umpan sengaja rekan setim, yang seharusnya berakibat tendangan bebas tidak langsung bagi Indonesia.
"Padahal, menurut Laws of the Game, penjaga gawang tidak boleh menangkap bola apabila bola sengaja ditendang kepadanya oleh rekan setim. Jika sentuhan itu dinilai sebagai deliberate back-pass, Indonesia seharusnya mendapat tendangan bebas tidak langsung dari jarak sangat dekat karena kejadian ada di dalam kotak penalti Singapura," ujar Akmal Marhali, Pengamat Sepak Bola.
Keputusan wasit tersebut dianggap merugikan Indonesia karena terjadi di area terlarang dan menghilangkan peluang dari situasi bola mati.
"Meski keputusan wasit tetap merupakan bagian dari penilaian teknis pertandingan, kontroversi itu memperkuat tuntutan agar AFF mengevaluasi kualitas dan konsistensi perangkat pertandingan," tambah Akmal.
Selain kontroversi wasit, Hyundai ASEAN Cup 2026 juga menghadapi isu dugaan pengaturan skor yang melibatkan tim Laos, yang memperburuk citra turnamen antarnegara Asia Tenggara ini.
Akmal menegaskan pentingnya kepercayaan terhadap tata kelola kompetisi dan meminta AFF merespons secara transparan.
“Namun, keduanya bertemu pada isu yang sama, yakni kepercayaan terhadap tata kelola kompetisi. AFF perlu merespons secara transparan dan memastikan bahwa Hyundai ASEAN Cup 2026 berlangsung jujur, kompetitif, serta diawasi melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Akmal Marhali, Pengamat Sepak Bola.