Penerjemah Yunani Kritik Adaptasi Film The Odyssey Karya Nolan

Share

Penerjemah Yunani Emily Wilson menyampaikan kritik terhadap adaptasi film The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan karena dinilai menghilangkan tema-tema penting dari puisi epik asli karya Homer, sebagaimana dilaporkan The Associated Press.

Film yang membukukan pendapatan lebih dari 260 juta dolar AS secara global pada akhir pekan pembukaannya tersebut dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus, Anne Hathaway sebagai Penelope, dan Tom Holland sebagai Telemachus.

Meskipun perilisan film ini mendorong buku terjemahan karya Wilson terbitan 2017 menembus posisi lima besar di Amazon.com, ia merasa tidak puas dengan hasil akhir film adaptasi bioskop layar lebar tersebut.

"I want to celebrate the fact that so many more people are aware of ‘The Odyssey’ and were brought back to the poem," kata Emily Wilson, Penerjemah Yunani dan Profesor Studi Klasik di University of Pennsylvania.

Wilson menilai langkah sutradara memasukkan seluruh elemen cerita justru mengorbankan esensi utama puisi epik Yunani Kuno tersebut.

"But at the same time, I had the sense that Christopher Nolan was trying to pack everything in while missing themes that were essential to the poem," ujar Emily Wilson, Penerjemah Yunani dan Profesor Studi Klasik di University of Pennsylvania.

Kritik senada disampaikan oleh sesama penerjemah, Daniel Mendelsohn, yang merilis terjemahan Odyssey pada 2025. Ia menilai karakter Odysseus dalam film kehilangan sifat kecerdikan dan pesona liciknya.

"This tormented, guilt-ridden Odysseus, stripped of humor and wit, seductiveness and cleverness, is a sibling of Memento’s anguished amnesiac, of Batman, of Oppenheimer, men tormented by pasts they wrestle with in different ways," kata Daniel Mendelsohn, Penerjemah Odyssey.

Mendelsohn menambahkan bahwa sang sutradara telah mengubah pahlawan buatan Homer tersebut agar sesuai dengan citra karakter buatan dirinya sendiri.

"Nolan has merely remade Homer’s hero in his own image," ujar Daniel Mendelsohn, Penerjemah Odyssey.

Pandangan tersebut didukung oleh Gareth Hinds, penulis novel grafis adaptasi The Odyssey yang juga mengalami peningkatan penjualan akibat popularitas film tayang ini.

"That’s one of many interesting things Nolan has left us to ponder," kata Gareth Hinds, Penulis Novel Grafis.

Kritik dari pakar klasik juga soroti tiadanya karakter Dewa Zeus dan Poseidon di layar lebar, pesan yang dinilai tidak konsisten, hingga porsi peran Penelope yang terlampau minim.

Selain itu, adegan yang melibatkan anjing Odysseus bernama Argos dianggap terlalu menuruti sentimentalisme modern penonton bioskop.

"Everybody’s a sucker for a dog," kata Emily Wilson, Penerjemah Yunani dan Profesor Studi Klasik di University of Pennsylvania.

Pihak perwakilan dari Christopher Nolan belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik para akademisi ini. Wilson menyarankan penonton untuk tetap menyaksikan film tersebut di bioskop layar lebar.

"It was fun to be there with my kids. I didn’t feel it was pulling teeth to engage with it," ujar Emily Wilson, Penerjemah Yunani dan Profesor Studi Klasik di University of Pennsylvania.

Ia mengimbau penonton untuk memanfaatkan pengalaman menonton langsung di bioskop jika memiliki kesempatan.

"If you can see it on a big screen you should absolutely go," kata Emily Wilson, Penerjemah Yunani dan Profesor Studi Klasik di University of Pennsylvania.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author