Nvidia Raup Pendapatan Rp1.312 Triliun pada Kuartal I 2026
Nvidia melaporkan lonjakan pendapatan kuartal pertama fiskal yang berakhir pada 26 April 2026 sebesar 81,6 miliar dolar AS, didorong oleh tingginya permintaan perangkat keras kecerdasan buatan di pasar global.
Dilansir dari laporan keuangan Yahoo Finance, produsen cip global tersebut meraup laba bersih sebesar 58,32 billion dolar AS. Bersamaan dengan pengumuman kinerja keuangan itu, manajemen perusahaan menyetujui program pembelian kembali saham senilai 80 miliar dolar AS serta peningkatan pembagian dividen bagi pemegang saham.
Data dari pusat data menunjukkan kontribusi pendapatan sebesar 75,2 miliar dolar AS, naik 92 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Separuh dari total pendapatan pusat data tersebut disumbang oleh pelanggan skala besar atau hyperscaler yang mencapai 37,9 miliar dolar AS.
Lembaga riset ekonomi Morningstar merilis analisis yang menyebutkan bahwa bisnis jaringan Ethernet Nvidia ikut tumbuh tiga kali lipat menjadi hampir 15 miliar dolar AS. Morningstar kemudian menaikkan estimasi nilai wajar saham Nvidia menjadi 280 dolar AS dari perkiraan sebelumnya sebesar 260 dolar AS.
Selain performa GPU yang masif, Nvidia diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan mandiri sebesar 20 miliar dolar AS melalui penjualan prosesor CPU Vera pada tahun 2026 guna memenuhi kebutuhan beban kerja kecerdasan buatan.