Pemprov Sulsel Didesak Gandeng Swasta Bina Olahraga Daerah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan didorong untuk menjalin kolaborasi strategis bersama pihak swasta dan BUMN guna memajukan pembinaan olahraga daerah di Makassar pada Sabtu, 25 Juli 2026. Langkah ini dinilai sangat mendesak agar kebijakan efisiensi anggaran APBD tidak menghentikan keberlangsungan kompetisi serta pembinaan atlet lokal.
Meskipun Undang-Undang Keolahragaan membebankan alokasi anggaran pada APBD provinsi dan kabupaten/kota, sinergi lintas sektor dipandang menjadi kunci alternatif untuk mengatasi keterbatasan dana pembangunan fasilitas maupun pelaksanaan kejuaraan.
"Pemerintah perlu menjadi hub yang mengajak mitra swasta maupun BUMN untuk berkolaborasi membina olahraga di daerah. Komitmen politik pemerintah sangat menentukan terciptanya iklim investasi olahraga yang sehat dan berkelanjutan," jelas Dahlan Abubakar, Pemerhati Olahraga Sulawesi Selatan, Sabtu, 25 Juli 2026.
Dahlan menilai efisiensi anggaran kerap membuat kegiatan keolahragaan tidak dijadikan program prioritas daerah. Padahal, pembangunan sarana olahraga bertujuan memenuhi hak publik dan kepentingan masyarakat luas.
"Kalau pemerintah memiliki iktikad baik untuk merangkul pihak swasta, pembinaan olahraga pasti bisa berjalan tanpa bergantung penuh pada APBD. Ini sangat disayangkan belum adanya upaya maksimal dari pemerintah daerah dalam membangun kemitraan dengan sektor usaha," tambah Dahlan Abubakar, Pemerhati Olahraga Sulawesi Selatan.
Geliat olahraga daerah saat ini dinilai pasif dan kurang memadai, sementara publik berharap ada kejuaraan rutin tanpa harus menunggu ajang empat tahunan seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, dan dunia usaha diharapkan dapat membangkitkan kembali kejayaan olahraga Sulawesi Selatan. Dukungan fasilitas yang memadai serta kompetisi yang berkesinambungan menjadi modal penting dalam melahirkan atlet berprestasi dunia," tutup Dahlan Abubakar, Pemerhati Olahraga Sulawesi Selatan.
Selain fasilitas yang memprihatinkan, persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang belum jelas dinilai mengancam kesiapan para atlet menuju ajang nasional.
"Kegiatan olahraga di Sulawesi Selatan ini cenderung melempem dan biasanya baru ramai kalau sudah mendekati event. Ketidakjelasan persiapan Pekan Olahraga Provinsi turut mengancam kesiapan atlet daerah menuju Pekan Olahraga Nasional," kata Dahlan Abubakar, Pengamat Olahraga, Sabtu, 25 Juli 2026.
Pelaksanaan Porprov yang tidak terkoordinasi secara matang juga berpotensi mengganggu proses seleksi atlet berprestasi secara terbuka dan objektif.
"Porprov ini sebenarnya harus segera dilaksanakan karena menjadi wadah utama menyeleksi atlet yang akan dibina menghadapi PON. KONI sebagai penggerak utama cabang olahraga mestinya harus lebih proaktif dan tidak boleh melempem," tegas Dahlan Abubakar, Pengamat Olahraga.
Kepengurusan baru KONI Sulawesi Selatan kini didesak untuk segera mengambil tindakan konkret demi mengejar target masuk lima besar di tingkat nasional.
"Kesiapan yang matang sejak dini menjadi kunci utama untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional. Seluruh pengurus seharusnya bergerak mengajak pengurus provinsi cabang olahraga segera berbenah," tutup Dahlan Abubakar, Pengamat Olahraga.