Pemprov DKI Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Share

Pemprov DKI Jakarta melepas bantuan kemanusiaan senilai Rp 5,8 miliar untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut dilepas dari Balai Kota Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026, sebagai bentuk empati dari Pemprov DKI dan masyarakat Jakarta, dilansir dari Detikcom.

Total bantuan yang dikirim terdiri dari logistik pangan dan non-pangan, uang tunai, serta mobile water treatment plant (WTP) untuk kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI telah mengirim tim kesehatan ke NTT sehari setelah gempa untuk membantu penanganan korban. Ia juga menyebut kebutuhan mendesak di lapangan, seperti popok untuk anak-anak dan lansia.

"Ini sebagai bagian dari rasa empati kebersamaan, kemanusiaan, ikut merasakan dari Pemerintah DKI Jakarta dan masyarakat yang ada di DKI Jakarta," ujar Pramono.

Pramono menjelaskan bahwa komunikasi dengan Gubernur NTT menunjukkan apresiasi terhadap bantuan cepat dari Pemprov DKI. Ia juga menegaskan popok menjadi prioritas dalam pengiriman bantuan berikutnya.

"Kemarin saya juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur NTT, beliau menyampaikan apresiasi untuk Pemerintah DKI Jakarta yang paling awal menyampaikan mengirim bantuan. Dan juga saya berkomunikasi dengan tim kita yang ada di sana," ujar Pramono.

"Tadi saya juga sampaikan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, salah satu yang dibutuhkan adalah pampers oleh mereka. Karena memang kondisinya butuh itu terutama bagi orang tua dan anak-anak," lanjutnya.

Pramono menegaskan bahwa bantuan senilai Rp 5,8 miliar tersebut merupakan tahap awal dan Pemprov DKI masih membuka kesempatan bagi ASN, perangkat daerah, BUMD, maupun pihak lain untuk berpartisipasi hingga 25 Agustus 2026.

"Ini adalah tahap awal, sekali lagi yang jumlahnya Rp 5,8 miliar tadi. Mudah-mudahan memberikan manfaat, faedah bagi saudara-saudara kita yang ada di NTT," tutur Pramono.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menyebut bantuan tersebut berasal dari perangkat daerah, BUMD, dan Baznas Bazis DKI Jakarta. Bantuan dari BPBD DKI meliputi makanan siap saji, biskuit, air mineral, kasur lipat, bantal, selimut, family kit, kids wear, terpal, dan karung.

Dinas Sosial DKI mengirim air mineral, paket makanan anak, serta terpal atau tenda gulung. Dinas Kesehatan DKI memberikan bantuan berupa infus NaCl, infus RL, infus D40 persen, dan betadine. Baznas Bazis DKI juga menyumbang sarden, kornet, biskuit bayi, bubur bayi, bubur instan, mi instan, dan rendang.

Perumda PAM Jaya mendukung dengan memberikan 202 toren air. Selain bantuan barang, ada juga uang tunai sebesar Rp 1,11 miliar dari sumbangan BUMD dan organisasi perangkat daerah DKI Jakarta. Pemprov DKI juga mengirim mobile WTP senilai Rp 2,5 miliar untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author