Pemkot Tangsel Gelar Pelatihan Teknologi Remaja Lewat Masjid

Share

Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan program literasi teknologi bagi remaja melalui rumah ibadah masjid untuk memperluas ekosistem kota cerdas yang inklusif, seperti dilansir dari Detikcom pada Selasa (7/7/2026).

Langkah ini dilakukan lewat kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika Tangerang Selatan dengan Gerakan Pejuang Shubuh Tangsel. Kedua pihak berencana membentuk wadah pelatihan digital gratis bernama GPS Digital Academy & Innovation Center.

Inisiatif ini diambil agar pemanfaatan teknologi dan ruang birokrasi tidak lagi berjalan secara eksklusif, melainkan menyasar fasilitas publik dan komunitas lokal.

Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin menjelaskan bahwa kolaborasi berbasis keagamaan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak talenta muda yang adaptif.

"Kami menyambut baik inisiatif dari GPS Tangsel. Bagi kami di Diskominfo, masjid adalah simpul sosial yang sangat strategis. Melalui GPS Digital Academy, kita tidak hanya bicara soal literasi digital dasar, tetapi bagaimana fasilitas publik dan komunitas bisa sinkron dengan arah pembangunan transformasi digital kota," kata Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin.

Pihak dinas akan memfasilitasi kebutuhan infrastruktur jaringan internet cepat dan integrasi dengan ruang publik milik pemkot guna mendukung kelancaran operasional kelas.

"Akses internet cepat dan dukungan teknis akan dipastikan mengalir ke titik-titik pusat pelatihan agar materi kelas coding maupun pengenalan AI dapat berjalan tanpa kendala teknis," ujar TB Asep Nurdin.

Diskominfo Tangsel juga mendorong adanya indikator keberhasilan yang jelas pada kurikulum agar lulusannya dapat berkontribusi langsung menyelesaikan masalah lokal.

"Diskominfo membuka peluang bagi lulusan terbaik dari akademi ini untuk ikut serta mengembangkan ide inovatif yang dapat disinergikan dengan berbagai aplikasi pelayanan publik milik Pemkot Tangsel guna memperkecil kesenjangan digital (digital divide)," kata TB Asep Nurdin.

Program ini dirancang untuk mengajarkan berbagai keahlian mutakhir mulai dari pembuatan konten digital, kelas coding, hingga pemanfaatan ruang kolaborasi.

"Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan generasi masjid yang melek teknologi, produktif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Ketua GPS Tangsel Ustaz Muhammad Sartono.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author