Pemerintah Kota Bandung Mendorong Dua Masjid Masuk Pasar Modal

Share

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berencana menyertakan Masjid Agung Bandung dan Masjid Agung Al-Ukhuwwah ke dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia melalui pengelolaan wakaf produktif. Pengumuman tersebut disampaikan di Gedung BEI, Jakarta, pada Kamis (13/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Skema wakaf produktif ini akan dijalankan oleh Nazhir Masjid yang bermitra dengan manajer investasi untuk berpartisipasi dalam mekanisme pasar modal. Pengelolaan tersebut bertujuan menghasilkan keuntungan atau manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi pemanfaatan dana umat dari aktivitas perdagangan saham.

Farhan menjelaskan bahwa operasional Masjid Agung Bandung saat ini telah sepenuhnya berbasis wakaf. Ia menilai pengelolaan dana publik seperti infaq, sedekah, dan zakat di rumah ibadah tersebut memerlukan manajemen yang lebih profesional.

"Dua Masjid Agung di Bandung, satu Masjid Agung Al-Ukhuwwah, satu lagi Masjid Agung Alun-Alun Bandung, begitu. Tapi kita belajar dulu, harusnya bisa sih," ungkap Farhan.

Pemerintah Kota Bandung mencatat potensi wakaf produktif dari salah satu masjid tersebut dapat mencapai angka Rp 50 miliar. Selain dua rumah ibadah tersebut, instansi Baznas Kota Bandung juga direncanakan untuk diarahkan dalam pengelolaan wakaf secara profesional.

"Karena tadi pesan yang didapatkan dari talkshow tadi adalah, satu karena membangun kepercayaan. Setelah membangun kepercayaan, maka kemudian memberikan bukti. Dua kunci itu yang jadi nantinya kita akan membawa kepada umat, bahwa 'berinvestasi' yang tujuannya adalah dampak, itu paling tepat melalui Baznas atau melalui wakaf masjid," jelas Farhan.

Terkait dengan batas waktu realisasi program, Pemerintah Kota Bandung belum menetapkan tanggal pasti karena masih melakukan konsultasi mendalam dengan pemangku kepentingan pasar modal.

"Belum tau, saya mesti belajar dulu, saya akan belajar dulu kepada beberapa emiten. Kemudian setelah hasil belajar itu, baru kita akan bikin rencana aksi, mungkin dalam waktu sebulan ini, baru nanti akan kita bawa ke Bursa Efek Indonesia," pungkas Farhan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author