Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta

Share

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya masih menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan terkait penyaluran subsidi sebesar Rp5 juta untuk pembelian sepeda motor listrik di Indonesia.

Kementerian Perindustrian telah menyelesaikan persiapan teknis untuk mengimplementasikan program insentif tersebut. Skema pendaftaran merek penerima subsidi diproses bersama Kementerian Perindusrian, Kementerian Keuangan, dan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia.

"Kita tunggu PMK-nya ya. Tunggu PMK-nya. Ya kamu tahu PMK di mana kan. Tanya aja ke yang jabatnya," kata Agus di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Kesiapan kementerian teknis dalam menjalankan program bantuan pembelian kendaraan roda dua berbasis baterai ini tinggal menunggu legalitas akhir dari Kementerian Keuangan.

"Kita sudah siap, Kementerian Perindustrian sebagai kementerian teknis sudah siap. Kita tunggu PMK-nya saja. Once PMK-nya selesai, baru kita sesuaikan," ucap dia.

Kehadiran regulasi mengenai insentif harga tersebut dinilai para pelaku industri bakal mendongkrak penjualan sepeda motor listrik nasional secara signifikan.

"Mudah-mudahan bulan depan ini (Agustus), pemerintah jadi memberikan insentif buat motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit," kata Ismeth Wibowo, Komisaris Sunra Indonesia, di Jakarta, Jumat (23/7/2026).

Di sisi lain, Institute for Development of Economics and Finance menyarankan adanya penataan aturan agar kebijakan elektrifikasi nasional dapat berjalan secara beriringan tanpa hambatan perpajakan.

"Potensi untuk mengembangkan mobil listrik atau motor listrik memang sudah ada. Namun, ada regulasi yang cenderung tumpang tindih, bahkan ada yang cenderung kontraproduktif," katanya, mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 terkait dasar pengenaan pajak kendaraan.

Langkah pengembangan kendaraan listrik nasional juga ditandai dengan pengenalan motor Cakra NX1 oleh Presiden Prabowo Subianto, yang diproduksi di fasilitas ALVA di Cikarang, Jawa Barat, dengan spesifikasi baterai ganda berjarak tempuh 140 kilometer dan kecepatan maksimum 80 kilometer per jam.

Pemerintah turut mendorong penggunaan baterai berbasis nikel lokal untuk memasok kebutuhan produksi kendaraan listrik nasional dalam jangka panjang.

"Terutama kita lihat baterai untuk listrik nasional ini kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel based. Karena nikel kita ketahui bersama 46 persen reserve nikel di dunia itu ada di Indonesia," kata Rosan Perkasa Roeslani, CEO BPI Danantara Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author