Pemerintah Siapkan SPKLU Truk Listrik Pertama di KM 88 Tol Cipularang

Share

Pemerintah menyiapkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) khusus truk di rest area KM 88 Tol Cipularang sebagai langkah mendukung dekarbonisasi transportasi nasional, dilansir dari Detik Oto.

Uji coba penyediaan SPKLU untuk kendaraan berat komersial ini dirancang sebagai proyek percontohan awal infrastruktur pengisian daya di jalur bebas hambatan Indonesia.

Anggota BPJT Unsur Pemangku Kepentingan Sony Sulaksono menjelaskan penyiapan titik pengisian daya kendaraan berat tersebut di kawasan infrastruktur jalan tol.

"Di rest area KM 88 Tol Cipularang itu akan dicoba dibuat SPKLU untuk truk. Itu sebagai prototipe," ujar Sony Sulaksono, Anggota BPJT Unsur Pemangku Kepentingan.

Pengembangan SPKLU ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri di kalangan para pelaku industri logistik nasional untuk beralih menggunakan armada truk bertenaga listrik.

"SPKLU untuk truk listrik dengan SPKLU yang buat mobil biasa sebenarnya hanya masalah dayanya saja dan juga mungkin ruang (space) buat manuver truk. Jadi sebenarnya tidak terlalu sulit secara teknologi, hanya masalah daya dan ruang untuk manuver," kata Sony Sulaksono, Anggota BPJT Unsur Pemangku Kepentingan.

Inisiatif penguatan sarana pengisian listrik ini berjalan seiring program Green Logistics Corridor yang dirancang Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan efisiensi logistik berkelanjutan.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Robby Kurniawan menegaskan bahwa transformasi angkutan barang tanpa emisi ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi dan efisiensi logistik nasional.

Di pasar otomotif komersial, Mitsubishi Fuso eCanter menjadi truk listrik pertama yang resmi dan legal mengaspal di Indonesia. Selain itu, pabrikan PT VKTR Sakti Industries di Tempuran, Magelang, menargetkan produksi hingga 1.000 unit kendaraan komersial berbasis listrik pada 2026 setelah menerima sejumlah pesanan dari BUMN.

Direktur Utama PT VKTR Sakti Industries Dino Ahmad Ryandi mengonfirmasi bahwa sejauh ini pihak perakitan telah memproduksi sekitar 120 unit bus listrik dan 20 unit truk listrik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author