Pemerintah Prediksi Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diproyeksikan bakal mengalami penguatan secara bertahap pada semester II atau periode Juli-Desember 2026 setelah melewati sejumlah tekanan ekonomi. Proyeksi tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Penjelasan mengenai faktor penekan mata uang garuda diidentifikasi berasal dari sentimen global serta kondisi risk-off yang melanda pasar keuangan. Selain itu, Purbaya menambahkan bahwa transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik turut memberikan andil terhadap tekanan tersebut.
Sinergi yang solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan diyakini mampu meredam tekanan yang terjadi. Penguatan pasokan valuta asing di dalam negeri juga akan didorong melalui perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor serta pendalaman pasar keuangan.
"Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor," ucap Purbaya, Menteri Keuangan.
Untuk target jangka panjang, pemerintah telah menetapkan sasaran nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS untuk tahun 2027. Target ini resmi dituangkan ke dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal sebagai fase awal penyusunan RAPBN 2027.
Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor pendukung utama yang diprediksi akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi global. Kondisi eksternal yang membaik ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi stabilitas mata uang domestik.
"Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS," tutur Purbaya, Menteri Keuangan.