Pemerintah Menunda Insentif Kendaraan Listrik Sambil Siapkan Mobil Nasional

Share

Pemerintah menunda pelaksanaan program insentif kendaraan listrik hingga bulan depan karena belum matangnya koordinasi teknis, seperti dilansir dari Detik Oto pada Senin (29/6/2026). Kebijakan subsidi ini awalnya ditargetkan berjalan pada Juni 2026 dengan kuota masing-masing 100 ribu unit untuk mobil dan motor listrik.

Penundaan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi setelah menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta Pusat.

"Mungkin persiapannya belum cukup. Dia (Menko) belum bicara sama saya, saya ingat saya sih waktu itu ditunda satu bulan. Mungkin perlu satu bulan lagi," kata Purbaya Yudhi, Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi sebelumnya sempat memaparkan besaran subsidi yang direncanakan oleh pemerintah dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan pada Selasa (5/5/2026).

"Kira-kira untuk mobil listrik akan kita kasih berapa? 100 ribu subsidi pertama. Kalau habis, kita kasih lagi. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama kita akan kasih.

Berapa? Rp 5 juta," terang Purbaya Yudhi, Menteri Keuangan.

Sementara itu, evaluasi terhadap keberlanjutan program ini masih terus berjalan di tingkat kementerian koordinator.

"Nanti masih dievaluasi," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM di Jakarta Selatan. Pemerintah saat ini sedang mengalihkan atensi mendalam pada sektor industri otomotif domestik.

"Terutama kita sedang mempersiapkan mobil nasional," terang Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Rencana alokasi bantuan untuk motor listrik ditetapkan sebesar Rp 5 juta per unit, sedangkan nilai subsidi untuk mobil listrik masih berada dalam tahap pembahasan internal pemerintah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author