Pemerintah Gelar Lelang SUN Hari Ini Targetkan Penerbitan Rp36 Triliun

Share

Pemerintah kembali menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 23 Juni 2026. Langkah ini dilakukan di tengah situasi pasar keuangan global yang mulai membaik serta pergerakan nilai tukar rupiah yang dinilai lebih stabil dibandingkan periode lelang sebelumnya.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, kombinasi perolehan yield yang menarik dan kebutuhan investor untuk mengamankan instrumen berimbal hasil tinggi diperkirakan tetap menjaga minat terhadap obligasi negara, walaupun ketidakpastian eksternal dan penguatan dolar AS masih membayangi.

Berdasarkan data resmi, pemerintah menetapkan target indikatif penerbitan senilai Rp36 triliun dengan target maksimal mencapai Rp54 triliun. Seri yang disediakan meliputi Surat Perbendaharaan Negara (SPN) untuk tenor pendek hingga obligasi seri Fixed Rate (FR) berorientasi jangka panjang yang menjadi acuan pasar.

Situasi eksternal saat ini dinilai relatif lebih kondusif bagi jalannya lelang. Redanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak bumi berpotensi menekan risiko inflasi global yang sebelumnya memicu kenaikan yield obligasi di berbagai negara.

Nilai tukar rupiah turut memperlihatkan perbaikan nyata setelah sempat mengalami tekanan hingga menembus level Rp18.000/US$. Stabilitas kurs ini menjadi salah satu faktor penentu dalam mendongkrak kepercayaan investor, khususnya pemodal asing.

Faktor lain yang mendorong yield SUN ke level yang lebih kompetitif adalah kebijakan Bank Indonesia (BI). Sejak Mei, suku bunga acuan telah dinaikkan sebesar 100 basis poin (bps) hingga menyentuh angka 5,75%.

Tekanan Dolar AS dan Hasil Lelang Sebelumnya

Pasar finansial sebenarnya belum sepenuhnya lepas dari tekanan akibat kokohnya posisi dolar AS. Bank sentral Amerika Serikat, The Fed, masih mempertahankan suku bunga tinggi di kisaran 3,5%-3,75% dalam jangka waktu lebih lama, bahkan diproyeksikan naik satu kali lagi tahun ini.

Pada pelaksanaan lelang SUN sebelumnya yang digelar 9 Juni, total penawaran yang masuk tercatat sebesar Rp46,7 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai nominal yang dimenangkan adalah Rp26,35 triliun, berada di bawah target indikatif dengan catatan bid-to-cover ratio sebesar 1,77 kali.

Pemerintah berpeluang menyerap dana yang lebih tinggi pada lelang kali ini apabila sentimen global tidak memburuk dan rupiah bergerak stabil di rentang Rp17.750-Rp17.900/US$.

Daftar Seri SUN yang Ditawarkan

Berikut adalah daftar lengkap seri Surat Utang Negara yang ditawarkan kepada investor pada lelang hari ini:

  • SPN01260725 (Penerbitan baru), tenor 1 bulan, jatuh tempo 25 Juli 2026
  • SPN03260923 (Penerbitan baru), tenor 3 bulan, jatuh tempo 23 September 2026
  • SPN12270610 (reopening), tenor 1 tahun, jatuh tempo 10 Juni 2027
  • FR0109 (Reopening), jatuh tempo 15 Maret 2031, yield 5,87%, yield lelang sebelumnya 7,42%
  • FR0108 (Reopening), jatuh tempo 15 April 2036, yield 6,5%, yield lelang sebelumnya 7,39%
  • FR0106 (Reopening), jatuh tempo 15 Agustus 2040, yield 7,12%, yield lelang sebelumnya 7,4%
  • FR0107 (Reopening), jatuh tempo 15 Agustus 2045, yield 7,12%, yield lelang sebelumnya 7,39%
  • FR0102 (Reopening), jatuh tempo 15 Juli 2054, yield 6,87%, yield lelang sebelumnya 7,37%
  • FR0105 (Reopening), jatuh tempo 15 Juli 2064, yield 6,87%, yield lelang sebelumnya 7,38%
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author