Pemerintah Fokuskan 80 Persen Beasiswa LPDP Tahap II untuk Bidang STEM

Share

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP resmi membuka pendaftaran seleksi beasiswa tahap kedua tahun 2026 mulai Selasa, 30 Juni 2026 hingga 31 Juli 2026 untuk program magister serta doktor di dalam dan luar negeri. Kebijakan alokasi dana pada tahap ini mengalami penajaman signifikan dengan memprioritaskan mayoritas kuota penerima untuk rumpun sains dan teknologi demi menyokong rencana transformasi ekonomi nasional jangka panjang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai strategi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industrialisasi serta penguatan daya saing global.

"Mulai tahun 2026, sekitar 80 persen beasiswa akan difokuskan pada bidang STEM dan industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju," ujar Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6).

Purbaya menilai penajaman talenta menjadi fondasi utama dalam menggerakkan sektor industri nasional, yang dikombinasikan secara inklusif dengan rumpun ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi atau SHARE. "Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," ujarnya.

Kementerian Keuangan mengandalkan instrumen APBN untuk memperkuat riset dan kemandirian ekonomi, di mana fundamental ekonomi makro kuartal I 2026 dilaporkan tumbuh 5,61 persen dengan inflasi terkendali di angka 3,08 persen. "Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," katanya.

Direktur Utama LPDP Yon Arsal memaparkan secara tertulis bahwa skema pembagian kuota penerima beasiswa ini dirancang demi tercapainya pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan. "Sedikitnya 80% alokasi beasiswa difokuskan pada bidang STEM dan bidang-bidang terkait industri strategis, sementara maksimal 20% dialokasikan bagi bidang SHARE sebagai bagian dari pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan," kata Yon Arsal dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026). Porsi penerima beasiswa untuk bidang sains dan teknologi ini mencatat kenaikan berkala dari angka 66 hingga 69 persen pada tahun 2025, lalu menyentuh angka 74 persen pada tahun 2026.

"Kita peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66-69%, 2026 di 74%. Kita akan coba sampai minimal 80% ke STEM dan STEM related," ucap Yon Arsal.

Dilansir dari finance.detik.com, LPDP Tahap II 2026 juga menerapkan pelonggaran syarat bahasa Inggris berupa opsi sertifikat dari pusat bahasa kampus dalam negeri bagi pendaftar afirmasi dan non-afirmasi yang belum mengantongi LoA Unconditional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author