Pemerintah AS Cabut Visa Dubes Brasil di Tengah Ketegangan Diplomatik
Pemerintah Amerika Serikat mencabut visa Duta Besar Brasil untuk AS di Washington DC, Maria Luiz Ribeiro Viotti, sebagai respons atas perselisihan diplomatik antara kedua negara. Langkah ini diambil setelah Brasil menolak memberikan visa kepada dua diplomat AS dan menunda persetujuan calon Duta Besar yang diajukan AS, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dilansir dari Detikcom. "Ini merupakan tindakan timbal balik. Jika Duta Besar tersebut meninggalkan negara ini, maka dia harus mengajukan permohonan visa kembali," ujar juru bicara tersebut.
Selama berminggu-minggu, AS telah berkomunikasi dengan pemerintah Brasil dan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah, namun Brasil terus menunda, tambahnya.
Juru bicara itu menegaskan pembatalan visa ini tidak sama dengan menetapkan persona non grata kepada Dubes Brasil, meskipun opsi tersebut masih terbuka jika Brasil terus menunda memberikan persetujuan resmi. "Ini bukan status persona non grata, meskipun opsi diplomatik tambahan masih terbuka jika pemerintah Brasil terus menunda, atau jika mereka menolak, untuk memberikan agrément," katanya.
Presiden Trump menegaskan haknya untuk menentukan perwakilan Amerika dan menolak campur tangan negara lain dalam urusan domestik AS. Menurut laporan Reuters yang mengutip pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, visa Dubes Brasil akan dipulihkan jika perselisihan berhasil diselesaikan.
Perselisihan ini merupakan kelanjutan ketegangan antara pemerintahan Trump dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang saling menuduh melakukan campur tangan politik dan penyensoran. Beberapa waktu lalu, Brasil menolak memberikan visa kepada pejabat AS karena kekhawatiran campur tangan dalam pemilihan presiden Brasil yang akan datang, tuduhan yang dibantah oleh Washington.