Pelatih Vietnam Fokus Hadapi Singapura Sebelum Indonesia di Piala AFF
Pelatih tim nasional Vietnam Kim Sang-sik menegaskan bahwa skuadnya memprioritaskan laga kontra Singapura pada fase grup Piala AFF 2026 yang berlangsung Jumat (31/7/2026) pukul 20.00 WIB sebelum bersiap menghadapi Indonesia.
Pertandingan yang digelar di Stadion My Dinh tersebut diprediksi bakal menjadi penentu posisi puncak klasemen Grup B. Kemenangan mutlak dibutuhkan skuad berjuluk The Golden Star Warriors untuk mempertahankan gelar juara bertahan turnamen.
Usai melakoni laga kandang tersebut, Vietnam dijadwalkan bertandang ke Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor untuk menantang timnas Indonesia pada Senin (3/8/2026). Skuad Vietnam mengantongi keuntungan kebugaran karena memiliki jeda istirahat sepekan setelah menang 7-0 atas Timor Leste.
Pria asal Korea Selatan itu menegaskan pentingnya poin penuh atas Singapura untuk memuluskan langkah timnya menuju babak berikutnya.
"Pertandingan melawan Singapura sangat penting bagi tim nasional Vietnam. Kami membutuhkan kemenangan untuk melanjutkan perjalanan mempertahankan gelar juara," kata Kim Sang-sik di The Thao 247.
Guna mengamankan poin penuh, Kim meminta seluruh skuadnya tampil maksimal serta memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri.
"Kami memahami pertandingan ini akan berlangsung sengit, tetapi dalam beberapa hari terakhir para pemain sudah pulih dengan baik dan kembali berada dalam kondisi fisik yang prima," ujar Kim Sang-sik.
Dukungan penuh publik tuan rumah dinilai menjadi faktor krusial untuk membakar semangat para pemain di lapangan.
"Kami berharap para pendukung datang ke stadion untuk memberikan dukungan kepada seluruh tim. Vietnam akan berusaha menampilkan permainan terbaik," katanya.
Vietnam memegang rekor tak terkalahkan dari Singapura selama 28 tahun terakhir, termasuk empat kemenangan dan dua hasil imbang sejak 2008. Meski begitu, Kim menegaskan tim pelatih tetap waspada dan mengolah tekanan menjadi motivasi bertanding.
"Pada turnamen tahun ini kami menghadapi tekanan sebagai juara bertahan. Namun, tekanan juga menjadi motivasi bagi kami," ucap Kim Sang-sik.
Ia memastikan persiapan taktikal terus dimatangkan untuk menghadapi padatnya jadwal dan ekspektasi publik.
"Vietnam percaya diri menghadapi tekanan. Kami tidak akan goyah dan akan berusaha memberikan yang terbaik dalam pertandingan besok," ujar Kim Sang-sik.
Pelatih berusia 49 tahun itu menjelaskan bahwa Singapura baru tiba di Hanoi dua hari sebelum laga, memberikan keuntungan fisik bagi timnya. Kendati demikian, pikiran para pemain diminta tidak terpecah ke laga versus Indonesia.
"Dari sisi kebugaran, kami memiliki keuntungan karena mendapat waktu istirahat selama sepekan, sementara Singapura baru tiba di Hanoi dua hari lalu," tutur Kim Sang-sik.
Penanganan kebugaran serta rotasi pemain menjadi kunci utama tim pelatih dalam menatap dua laga beruntun dalam waktu singkat.
"Kami akan fokus meraih kemenangan atas Singapura terlebih dahulu sebelum memikirkan Indonesia," kata Kim Sang-sik.
Persiapan khusus sebetulnya sudah dikantongi jajaran pelatih Vietnam mengenai gaya permainan skuad Garuda. Namun, implementasinya baru akan dijalankan setelah pertandingan kontra Singapura tuntas.
"Setelah pertandingan besok, kami akan mencari cara terbaik untuk memulihkan kondisi fisik pemain dan menyiapkan strategi agar bisa kembali meraih kemenangan atas Indonesia," ujar Kim Sang-sik.
Tim analisis Vietnam diklaim telah membedah seluruh rekaman pertandingan calon lawan untuk merumuskan berbagai skenario terbaik.
"Staf pelatih sudah menganalisis lawan secara menyeluruh, terutama Indonesia. Kami memiliki banyak pilihan. Tentu kami belum bisa mengungkapkan taktik yang akan digunakan, tetapi Vietnam harus berusaha meraih kemenangan," kata Kim Sang-sik.
Ia mengonfirmasi bahwa setiap penggawa Vietnam telah dibekali skema taktik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pertandingan.
"Kami sudah memiliki rencana penggunaan setiap pemain untuk setiap pertandingan," ujar Kim Sang-sik.
Sebelumnya, juru taktik berkebangsaan Korea Selatan tersebut melarang anak asuhnya untuk terbuai dengan hasil impresif di laga pembuka usai mencukur Timor Leste tujuh gol tanpa balas.
"Euforia kemenangan harus segera dilupakan. Kami harus tetap rendah hati dan siap menghadapi tantangan lebih besar," kata Kim Sang-sik dilansir dari Bongda.
Vietnam bertekad menjaga rekor impresif tak terkalahkan di fase grup Piala AFF yang telah bertahan selama 14 tahun terakhir.