Pelanggan GrabWalk di Singapura Diteror Kurir yang Memaksa Uang Tip
Pengalaman tidak menyenangkan dialami seorang pengguna jasa GrabWalk di Singapura setelah pesanan makanan yang ia nantikan tak kunjung tiba sesuai durasi wajar. Seperti dilansir dari Detik Food, pelanggan bernama Yvonne itu harus menunggu hingga satu setengah jam hanya untuk mendapatkan pesanan minuman.
Yvonne sebelumnya memesan minuman manis dari gerai iTea yang berjarak sekitar 30 hingga 45 menit berjalan kaki dari kediamannya. Namun, kurir yang bertugas mengantar dengan berjalan kaki tersebut mengeluhkan jarak tempuh dan meminta uang ganti rugi sebesar 4 SGD atau sekitar Rp56.217.
Aplikasi pengantaran sempat menunjukkan status bahwa pesanan telah sampai pada pukul 13.16 setelah dua kali mengalami penundaan. Yvonne yang belum menerima pesanannya mencoba menghubungi pengantar, tetapi pesan singkatnya tidak mendapat balasan.
Kurir GrabWalk tersebut justru melakukan panggilan telepon berulang kali melalui aplikasi yang membuat Yvonne merasa takut. Bahkan ketika minuman sudah ditaruh di depan pintu rumah, kurir tidak langsung pergi dan tetap menerornya dengan panggilan telepon.
Penderitaan Yvonne tidak berhenti di situ karena ia juga dipaksa untuk memberikan penilaian bintang lima pada aplikasi. Yvonne mengaku sangat tertekan dengan aksi intimidasi tersebut meskipun ia tetap berusaha menghargai usaha pengantaran yang dilakukan kurir.
Insiden ini menjadi kali kedua bagi Yvonne menggunakan layanan GrabWalk. Lewat unggahannya, ia berharap pihak penyedia aplikasi dapat meninjau ulang sistem penilaian serta pemberian tip agar tidak memicu tekanan maupun intimidasi bagi para pengguna jasa.