Pejabat Negara Sambangi BEI Saat IHSG Anjlok 3 Persen
Sejumlah pejabat tinggi negara mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Selasa (19/5/2026) siang menyusul kemerosotan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 3,08 persen ke level 6.396,27 pada penutupan perdagangan sesi I.
Pejabat yang hadir meliputi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Berdasarkan data RTI Business, indeks sempat dibuka pada level 6.599,213 dan mencapai posisi tertinggi 6.635,127 sebelum merosot ke level terendah di 6.376,343.
Kejatuhan pasar saham domestik ini beriringan dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang dilaporkan Bloomberg ambruk 63 poin atau 0,36 persen ke posisi Rp 17.731 per dolar AS pada pukul 12.00 WIB. Data Stockbit mencatat volume transaksi perdagangan di bursa sangat tinggi dengan nilai mencapai Rp 15,13 triliun yang melibatkan 27,96 miliar saham dalam 1,73 juta kali frekuensi.
Koreksi massal ini tercermin dari tumbangnya 611 saham, sementara hanya 96 saham yang menguat dan 107 saham bergerak stagnan. Di tengah situasi tersebut, DPR bersama para regulator menggelar diskusi intensif untuk menjaga stabilitas pasar modal.
"Kami tadi sudah banyak berdiskusi tadi di atas bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global, yang akan masuk di bursa dan sedang di bursa," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
Pertemuan tersebut juga membahas strategi penguatan basis investor domestik, terutama investor ritel. Otoritas bursa kini sedang merumuskan penyempurnaan regulasi agar memberikan rasa aman bagi para pelaku pasar lokal.
"Dengan kami kemudian mendengarkan paparan dari pemerintah bursa bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga kemudian membuat para investor lokal yang merasa nyaman," kata Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
Sufmi Dasco Ahmad menambahkan bahwa pertumbuhan jumlah investor ritel serta fundamental ekonomi nasional yang solid menjadi modal utama bagi kekuatan bursa ke depan.
"Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah dan itu kemudian dengan fundamental yang ada kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat," ujarnya Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
DPR berharap kebijakan penyesuaian yang diambil oleh otoritas pasar modal dapat memberikan dampak positif dalam waktu dekat.
"Mudah-mudahan kita akan melihat langsung setelah tanggal 29 [Mei MSCI] ini semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan memiliki hasil," kata Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
Dari sisi pengawasan, OJK menyatakan pergerakan indeks saat ini masih berada dalam koridor yang wajar dan sejalan dengan pergerakan di pasar global.
"Kita melihat pergerakan indeks kita sudah lebih secara fundamental dan juga sekarang IHSG pergerakannya juga relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI, maupun subindeks utama seperti LQ45 dan juga IDX30 dan juga IDX80," ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.
Menurut OJK, pola pergerakan ini menandakan mekanisme pembentukan harga di bursa berjalan dengan sehat karena didasarkan pada performa emiten secara riil.
"Ini mencerminkan price discovery yang lebih fundamental tadi sebelum saya sampaikan di mana pergerakan saham lebih ditopang oleh aspek fundamental dibandingkan oleh sentimen semata," kata Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.
OJK menegaskan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem pengawasan dan aturan main di pasar modal telah membuahkan hasil yang positif.
"Jadi ini menurut kami sangat baik perbaikan-perbaikan yang dilakukan," imbuh Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.
Kondisi pasar modal di kawasan Asia pada siang hari yang sama dilaporkan bergerak variatif dari data Stockbit dan Yahoo Finance. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,75 persen ke 60.358,62, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 0,39 persen ke 25.774,11, SSE Composite China naik 0,02 persen ke 4.132,46, dan Straits Times Singapura menguat 0,70 persen ke 5.031,72.
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Kenaikan Poin | Persentase | Harga Terakhir |
|---|---|---|---|---|
| RELI | Reliance Sekuritas Indonesia | +98 | 20,33% | 580 |
| KONI | Perdana Bangun Pusaka | +420 | 14,53% | 3.310 |
| ZATA | Bersama Zatta Jaya | +9 | 12,00% | 84 |
| LCKM | LCK Global Kedaton | +12 | 10,71% | 124 |
| ASPR | Asia Pramulia | +34 | 8,46% | 436 |
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Penurunan Poin | Persentase | Harga Terakhir |
|---|---|---|---|---|
| ICON | Island Concepts Indonesia | -22 | -14,97% | 125 |
| DFAM | Dafam Property Indonesia | -19 | -14,96% | 108 |
| RLCO | Abadi Lestari Indonesia | -580 | -14,91% | 3.310 |
| COCO | Wahana Interfood Nusantara | -46 | -14,84% | 264 |
| GSMF | Equity Development Investment | -23 | -14,84% | 132 |
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Nilai Transaksi |
|---|---|---|
| BUMI | Bumi Resources | Rp1,05 triliun |
| BMRI | Bank Mandiri (Persero) | Rp654,86 miliary |
| ANTM | Aneka Tambang | Rp628,81 miliary |
| MDKA | Merdeka Copper Gold | Rp503,08 miliary |
| BBCA | Bank Central Asia | Rp450,27 miliary |
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Jumlah Saham |
|---|---|---|
| BUMI | Bumi Resources | 53,33 juta lembar |
| BNBR | Bakrie & Brothers | 20,01 juta lembar |
| BIPI | Astrindo Nusantara Infrastruktur | 14,30 juta lembar |
| KOTA | DMS Propertindo | 8,34 juta lembar |
| DEWA | Darma Henwa | 7,44 juta lembar |