Pebalap Ducati Keluhkan Masalah Start pada MotoGP 2026

Share

Kendala teknis saat memulai balapan kini tengah membayangi kubu Ducati pada musim MotoGP kali ini. Motor balap rakitan pabrikan asal Italia tersebut dinilai tidak lagi agresif seperti musim-musim sebelumnya ketika lampu start padam.

Padahal, dalam beberapa musim terakhir, Ducati sangat disegani sebagai motor dengan sistem start paling responsif di lintasan. Kemampuan tersebut disokong oleh teknologi ride height device yang membuat motor melesat cepat, namun situasi tersebut berubah pada musim ini, dilansir dari Detik Oto.

Francesco Bagnaia menjadi salah satu penunggang Ducati yang paling lantang menyuarakan kendala pada area sensitif ini. Pengendara dari tim pabrikan tersebut mengaku kesulitan menjaga kestabilan motornya sewaktu melepas kopling di awal perlombaan.

"Sekarang, begitu saya mulai melepaskan kopling dengan sangat perlahan, motor langsung melakukan wheelie dan tak pernah kembali ke posisi semula," jelas Bagnaia di Mugello, Italia.

"Jadi, sulit untuk mengubah sesuatu karena jika saya melepaskan kopling seperti yang saya inginkan, motornya akan melakukan wheelie dan saya selalu mundur di awal," sambung dia.

"Dalam balapan, saya mulai dengan sangat lambat menggunakan kopling, tetapi begitu mencapai 80% pelepasan, motor langsung terangkat roda depannya. Hingga saya memasukkan gigi kedua, motor tidak kembali normal," sambungnya.

Hambatan serupa juga dirasakan oleh Franco Morbidelli sewaktu mengaspal di MotoGP Italia. Rider Pertamina Enduro VR46 Racing Team ini harus rela finis di posisi ke-14 akibat start yang buruk sehingga kehilangan momentum di barisan depan.

Morbidelli bahkan membandingkan performa motor teranyar Ducati dengan tunggangan GP24 yang ia gunakan tahun lalu. Menurut pandangannya, motor versi terdahulu jauh lebih responsif dan mudah dikendalikan saat melakukan start.

"I rasa saya sudah mengatakan kemarin (Sabtu) bahwa GP24 itu seperti roket, motor tahun lalu," terang Morbidelli, yang finis di urutan ke-14 dalam balapan tersebut.

"Motor tahun ini, kami sering melakukan wheelie, dan cukup sulit memulai dari garis start," sambung dia.

Bagi Morbidelli, kerumitan utama dari motor Ducati saat ini adalah menemukan pengaturan yang benar-benar pas agar bisa lepas landas secara sempurna.

"Banyak hal yang sulit pada motor ini, masalahnya adalah bagaimana menempatkannya pada rentang waktu yang tepat. Jika semuanya berada dalam kondisi yang tepat, maka Anda juga bisa melakukan start yang sangat cepat dengan motor ini. Jika semuanya berjalan lancar, Anda bisa menampilkan performa hebat dengan motor ini," ujar Morbidelli.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author