PB Akuatik Indonesia Siapkan Atlet Loncat Indah Menuju Asian Games 2026
Pengurus Besar Akuatik Indonesia tetap konsisten mempersiapkan para atlet loncat indah menjelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, walaupun kepastian mengenai pengiriman kontingen resmi masih menunggu keputusan dari pemerintah.
Keputusan tersebut dilansir dari Bola berdasarkan penjelasan Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, di Jakarta pada Selasa (5/5/2026). Langkah pembinaan ini dirancang sebagai program jangka panjang yang tidak terikat pada status partisipasi ajang multievent tersebut.
"Kami punya prinsip, ada atau tidak ada pertandingan, atlet harus tetap siap. Latihan tidak boleh berhenti karena akan berdampak pada penurunan performa," kata Ronaldy Herbintoro.
Sejumlah nama seperti Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana menjadi atlet yang diproyeksikan masuk ke dalam tim. Pasangan ini sebelumnya sukses mengamankan medali perunggu pada nomor sinkronisasi putri di ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.
Pemetaan kekuatan dan penjaringan atlet potensial saat ini tengah dilakukan melalui performa peserta di Kejurnas Akuatik 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta. Hasil dari kejuaraan nasional ini akan menjadi dasar penyusunan daftar panjang atlet nasional.
"Dari Kejurnas ini nanti kita buat peringkat, kemudian masuk ke dalam long list atlet. Dari situ akan dipantau untuk dipersiapkan ke event internasional, baik singleevent maupun multievent seperti Asian Games," ujar Ronaldy Herbintoro.
Pada Kejurnas Akuatik 2026 di Jakarta, atlet muda berusia 15 tahun, Adelia Chantika, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet 2 medali emas, 2 medali perak, sekaligus memecahkan rekor nasional. Adelia kini membidik target besar untuk tampil di Asian Games dan Youth Olympic demi melapangkan jalan menuju Olimpiade 2028.
Mengenai peta persaingan di kawasan Asia, tantangan besar dipastikan datang dari negara-negara kuat tradisional seperti China, Jepang, dan Korea yang selama ini mendominasi cabang olahraga loncat indah.
"Kalau di Asian Games, kita masih cukup berat. Untuk bersaing di podium memang belum mudah, tapi untuk enam besar masih terbuka peluang," kata Ronaldy Herbintoro.
Peningkatan jam terbang melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi internasional dinilai menjadi kunci utama untuk mengasah kesiapan mental bertanding para atlet Indonesia di atas menara.
"Secara teknik dan fisik kita bisa bersaing, tapi mental itu harus dibentuk lewat pertandingan. Makin sering ikut kompetisi internasional, makin matang mental atlet," ujar Ronaldy Herbintoro.
Ajang Kejurnas di Jakarta menjadi momentum krusial bagi pengurus untuk memantau grafik perkembangan performa sekaligus menjaring talenta baru demi keberlanjutan regenerasi tim nasional. Pada perhelatan Asian Games 2022 di Hangzhou, China, Indonesia hanya mengirimkan Gladies Lariesa yang menyudahi kompetisi di peringkat ke-12 untuk nomor 1 meter dan posisi kedelapan pada nomor papan 3 meter putri.