Paul Scholes Bela Keputusan VAR Batalkan Gol West Ham Lawan Arsenal

Share

Legenda Manchester United, Paul Scholes, mengutarakan pandangan mengejutkan mengenai polemik VAR dalam laga West Ham United kontra Arsenal di London Stadium. Seperti dikutip dari Bola, Scholes mendukung langkah wasit yang menganulir gol penyama kedudukan West Ham pada fase akhir pertandingan.

Momen tersebut terjadi ketika Callum Wilson sempat menggetarkan jala gawang tim tamu lewat skema sepak pojok pada masa injury time. Namun, setelah melalui peninjauan VAR yang memakan waktu cukup lama, gol tersebut resmi dibatalkan oleh wasit Chris Kavanagh.

Penyerang West Ham, Pablo, dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang Arsenal, David Raya, dalam proses terciptanya gol. Pembatalan ini memberikan dampak yang sangat kontras bagi konstelasi kedua tim di papan klasemen sementara Liga Inggris musim 2025/2026.

Bagi West Ham, kegagalan mengamankan satu poin ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-18 dan semakin terancam degradasi ke Championship. Kompetisi kasta tertinggi di Inggris tersebut kini tercatat hanya menyisakan dua pertandingan lagi.

Sebaliknya, Arsenal diuntungkan karena berhasil memperlebar keunggulan menjadi lima poin atas Manchester City dalam persaingan memperebutkan mahkota juara. Di kompetisi lain, Joao Cancelo juga mengukir sejarah pasca membawa Barcelona juara La Liga, menjadikannya pemain pertama yang memenangi Serie A, Premier League, Bundesliga, dan La Liga.

Keputusan menganulir gol Wilson langsung memicu perdebatan sengit di kalangan internal pengamat sepak bola Inggris. Mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg, menyatakan dukungannya terhadap keputusan pengadil lapangan hijau tersebut.

Langkah itu juga diamini oleh mantan asisten wasit, Darren Cann, yang menilai regulasi situasi sepak pojok kini mendesak untuk dievaluasi kembali. Di kubu berseberangan, sejumlah analis mengklaim West Ham dirugikan karena Arsenal kerap lolos dari sanksi serupa dalam situasi bola mati musim ini.

Kendati demikian, sorotan terbesar justru tertuju pada Paul Scholes karena posisinya yang secara tidak terduga membela Arsenal. Dalam sebuah tayangan program bertajuk "The Good, The Bad & The Football", Scholes menegaskan bahwa pembatalan gol tersebut merupakan tindakan yang tepat.

"Orang-orang mengeluh karena Arsenal melakukan hal seperti itu sepanjang musim, padahal tidak," kata Scholes.

"Mereka melakukannya secara legal," imbuhnya.

Detail Pelanggaran terhadap David Raya

Scholes kemudian menguraikan analisis teknisnya mengenai bentuk pelanggaran fisik yang menimpa penjaga gawang Arsenal. Menurutnya, terdapat dua pelanggaran sekaligus yang menghalangi pergerakan David Raya di dalam kotak penalti.

"Itu pelanggaran. Bahkan ada dua pelanggaran di situ. Tangannya berada di atas tubuh lawan, Anda jadi tidak bisa bergerak, lalu ada juga tarikan."

"Ada pemain di belakang yang menarik lengannya. Kalau saya menaruh tangan di tubuh Anda seperti itu, Anda pasti tertahan. Dia juga pemain bertubuh besar. Jadi itu kuat, Anda tahu Anda tidak bisa bergerak," jelasnya.

Mantan kolega Scholes di lini tengah Manchester United, Nicky Butt, turut memberikan pandangannya dalam forum diskusi tersebut. Butt menyoroti fungsionalitas teknologi pembantu wasit tersebut meskipun sepakat dengan adanya pelanggaran.

"VAR itu memalukan dan saya harap sistem itu dihapus saja. Semua orang sebenarnya tahu itu pelanggaran," ujar Butt.

"Tetapi, saya rasa orang-orang bukan memperdebatkan apakah itu pelanggaran atau bukan. Semua cukup jelas itu pelanggaran. Yang dipersoalkan adalah apa yang terjadi sebelumnya," lanjutnya.

Reaksi Terkejut dari Kalangan Suporter

Pernyataan objektif dari seorang legenda Manchester United ini memicu gelombang respons tidak percaya dari kalangan suporter Arsenal di media sosial X. Banyak netizen yang menilai momentum ini sangat langka mengingat rivalitas historis kedua klub asal Inggris tersebut.

"Coba periksa kondisi Paul Scholes, dia akhirnya mengatakan sesuatu secara objektif," tulis seorang pengguna X.

"Saya seperti tidak percaya mendengarnya," komentar pendukung lainnya.

"Tidak mungkin Scholes benar-benar membela Arsenal dalam kasus ini. Rasanya seperti hidup di dimensi lain," tulis netizen lain.

"Ini pasti AI. Tidak mungkin saya melihat Paul Scholes membela Arsenal dalam perdebatan seperti ini," bunyi komentar suporter yang meragukan keaslian video.

"Kalau sampai dia membela Arsenal, berarti situasinya memang serius," tulis penggemar lainnya menutup pembahasan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author