Pasar Ponsel Premium Global Tumbuh 29 Persen Didorong iPhone 17
Penjualan smartphone kelas atas dengan harga di atas USD 600 melonjak tajam sepanjang paruh pertama tahun 2026. Lonjakan di segmen flagship ini kembali menempatkan Apple sebagai penguasa utama pasar global.
Berdasarkan data Counterpoint Research yang dikutip dari Detik iNET, pasar ponsel premium mencatatkan pertumbuhan sebesar 29 persen pada semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat 4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Apple berhasil mengamankan 65 persen pangsa pasar smartphone premium secara global pada paruh pertama 2026. Porsi penjualan raksasa teknologi asal Cupertino ini mengalami kenaikan 2 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu.
Analis Counterpoint mengungkapkan bahwa performa positif Apple disokong oleh tingginya permintaan terhadap lini iPhone 17 series, khususnya untuk varian standar.
Meski tetap memimpin, porsi penguasaan Apple di segmen premium sebenarnya menyusut jika dibandingkan dengan paruh pertama tahun 2022 yang sempat menyentuh 74 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh ketatnya persaingan di China, di mana pabrikan lokal seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo agresif memperkuat lini flagship mereka.
Samsung menyusul di peringkat kedua dengan mengantongi pangsa pasar sebesar 19 persen. Sementara itu, merek asal China seperti Oppo dan Vivo mencatatkan lonjakan penjualan signifikan di segmen premium, masing-masing tumbuh 69 persen dan 20 persen.
Pertumbuhan pasar HP mahal ini justru terjadi di tengah membengkaknya biaya komponen dan memori. Kenaikan harga material ini memberikan dampak tekanan yang lebih berat pada ponsel kelas menengah ke bawah ketimbang lini flagship.
Produsen terpaksa menaikkan harga jual ponsel kelas menengah demi menutupi mahalnya komponen. Di sisi lain, ponsel flagship memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menyerap lonjakan biaya produksi karena memiliki margin keuntungan yang lebih tebal.
"Seiring dengan kenaikan harga ponsel Android kelas menengah, selisih harganya dengan perangkat premium, terutama model flagship lawas atau yang didiskon, semakin menyempit," kata Analis Senior Counterpoint Research Harshit Rastogi dalam laporannya.
Harshit Rastogi menambahkan, "Tren ini menjadikan ponsel flagship sebagai pilihan upgrade yang lebih baik bagi konsumen."
Untuk mempertahankan daya beli konsumen di tengah mahalnya harga perangkat, para produsen ponsel kini gencar menawarkan program kemudahan transaksi. Fasilitas seperti tukar tambah (trade-in), skema pembiayaan, hingga program buyback marak dihadirkan guna menjaga keterjangkauan harga ponsel premium.