Pasar Game Mobile Premium Global Bangkit Signifikan

Share

Sektor game mobile premium global mengalami kebangkitan besar setelah sempat meredup. Industri ini mencatatkan kenaikan signifikan, baik dari segi kuantitas peluncuran judul baru maupun profitabilitas bagi para kreatornya.

Berdasarkan riset AppMagic yang dilansir dari Detik iNET pada Minggu (12/7/2026), pertumbuhan total game mobile premium pada 2025 melonjak hingga 77 persen. Angka tersebut merepresentasikan hampir 750 judul baru yang beredar di pasar.

Firma analisis data aplikasi seluler itu memaparkan bahwa segmen ini didominasi produk premium orisinil serta adaptasi dari platform lain. Walau portingan PC atau konsol hanya berkontribusi 3 persen dari total rilis, kuantitasnya melejit dari 7 judul pada 2024 menjadi 23 judul sepanjang 2025.

Permainan kartu Balatro menjadi motor utama yang menggerakkan lonjakan di segmen adaptasi ini. Produk tersebut sukses meraup pendapatan total mencapai USD 21,3 juta di perangkat seluler dengan catatan unduhan menembus 3,1 juta kali.

Keberadaan Balatro memicu kenaikan omzet game seluler hasil adaptasi sebesar 44,6 persen dibanding periode setahun sebelumnya. Di samping itu, volume unduhan sektor ini turut terdongkrak sebesar 38,3 persen.

Tren positif ini dipastikan tidak hanya bertumpu pada satu produk tunggal. Data AppMagic menunjukkan performa kuat dari judul lain seperti Slay the Spire dengan proyeksi pendapatan seumur hidup USD 13,1 juta, Human Fall Flat sebesar USD 7,8 juta, Dead Cells senilai USD 6,5 juta, dan Ultimate Custom Night sebesar USD 5,3 juta.

Fenomena migrasi masif dari platform komputer menuju perangkat genggam ini turut dikonfirmasi oleh pelaku industri. Pimpinan tertinggi Redcatpig, Marco Bettencourt, mengakui adanya pergeseran besar dalam proyek porting saat ini.

"Sejujurnya, ketika saya mulai melihat proyek-proyek game premium yang masuk ke mobile, saya agak curiga. Saya berpikir, 'Apakah ini benar-benar akan berhasil?' Karena kita semua tahu bahwa pasar mobile didominasi oleh game gratis, dan terkadang persaingannya sangat ketat…

Tetapi ketika saya melihat apa yang terjadi dengan Planet of Lana, saya berpikir, 'Wah, ini keren sekali. Ini luar biasa'," ujar Marco Bettencourt.

Realitas pasar memperlihatkan indikasi kuat bahwa produk yang telah meraih sukses besar di PC memiliki peluang tinggi untuk mendulang pencapaian serupa di ekosistem seluler.

Mengenai pemicu perluasan pasar ini, CEO Playdigious, Abrial Da Costa, membagikan analisisnya. Ia menilai ada korelasi erat dengan kehadiran platform berlangganan seperti Apple Arcade dan Netflix.

"Kami pikir layanan berlangganan seperti Apple Arcade dan Netflix Games telah meningkatkan permintaan untuk game berkualitas lebih tinggi, dibantu oleh kurasi editorial yang kuat yang telah mengembangkan pasar dan menghargai konsumen." tutur Abrial Da Costa.

Di sisi lain, kejenuhan konsumen terhadap skema monetisasi permainan gratisan disinyalir menjadi faktor pendorong lain. Kehadiran karya indie premium hadir menawarkan opsi hiburan yang lebih bersih tanpa distraksi transaksi mikro.

"Game indie single player memiliki tempat khusus di pasar ini. Kita berbicara tentang game yang membuat Anda merasa senang, dan Anda ingin merasa senang di kereta bawah tanah, Anda ingin merasa senang di bus, Anda ingin merasa senang di pesawat. Bagi saya, itu sangat masuk akal," ucap Marco Bettencourt.

Kendati demikian, potensi bahwa pertumbuhan ini hanya bersifat siklus musiman tetap diwaspadai. Rekam jejak AppMagic menunjukkan grafik serupa pernah terjadi pada 2022 dengan rilis 1.000 judul, namun langsung merosot lebih dari separuh pada 2023 dan menyisakan 422 judul pada 2024.

Meski volume rilis fluktuatif, grafik perolehan dana menunjukkan konsistensi yang positif. Omzet dari porting game seluler merangkak naik dari kisaran USD 7 juta pada 2022 menjadi sekitar USD 15 juta pada 2025, dan diproyeksikan terus mendaki setelah membukukan USD 10,2 juta hanya dalam lima bulan pertama hingga Mei 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author