Park Ji Hoon Ungkap Dampak Buruk Diet Ekstrem untuk Film Baru

Share

Aktor Korea Selatan Park Ji Hoon menceritakan perjuangan beratnya dalam menurunkan berat badan demi mendalami peran di film terbaru berjudul The King's Warden pada Kamis, 4 Juni 2026. Penurunan berat badan secara drastis tersebut didorong oleh tuntutan karakter film yang mengharuskannya bertubuh kurus.

Metode pengurangan berat badan secara radikal yang dipilih mantan anggota grup Wanna One ini memberikan efek samping yang signifikan terhadap kondisi fisiknya. Seperti dilansir dari HaiBunda yang mengutip Allkpop, Park Ji Hoon bahkan sempat mempertimbangkan penggunaan intervensi medis untuk memangkas berat tubuhnya.

Aktor yang kini menginjak usia 27 tahun itu membagikan rincian mengenai pola makan dan fluktuasi berat badan yang dialaminya dalam sebuah wawancara di saluran YouTube I Didn't Even Prepare Much.

"Saat ini, saya lagi berusaha (diet). Saya juga suka banget makan, nafsu makan saya besar," kata Park Ji Hoon.

Keinginan untuk memangkas bobot tubuh dengan cepat sempat memunculkan opsi penggunaan obat-obatan klinis populer. Park Ji Hoon mengakui adanya rencana untuk memanfaatkan suntikan medis jenis Wegovy dan Mounjaro dalam proses penurunan berat badan tersebut.

"Tapi saya terlalu takut untuk mencobanya. Saya banyak memikirkannya karena saya harus menurunkan berat badan secara drastis," tutur Park Ji Hoon.

Pada awal tahun 2026, sang aktor berhasil memangkas berat badannya hingga mencapai 15 kilogram dalam kurun waktu dua setengah bulan dari berat awal yang berada di atas 70 kilogram. Pengurangan porsi makan secara ketat menjadi pilihan utama karena ia sengaja menghindari aktivitas olahraga demi mendapatkan visual karakter yang sesuai.

"Sederhana tapi sangat sulit. Saya sama sekali tidak makan. Saya hanya bertahan hidup dengan dua potong apel, dan seiring berjalannya waktu, saya tidak bisa tidur dan menjadi sangat kelelahan. Saya ingin mendapatkan penampilan itu dengan benar," jelas Park Ji Hoon seperti dikutip dari Koreaboo.

Pembatasan asupan makanan yang sangat ketat tersebut memicu dampak buruk berkepanjangan pada kesehatan sang aktor, bahkan setelah proses syuting film berakhir. Ia mengalami gangguan pencernaan dan efek neurologis akibat kekurangan nutrisi.

"Daripada hanya terlihat kurus, saya ingin menyampaikan sesuatu yang lebih dari itu. Saya pikir olahraga tidak akan berhasil, jadi saya sengaja mengurangi makan. Saat itu, tubuh saya sedang dalam 'masa istirahat'. Itu adalah periode liburan di mana saya makan, tidur, dan bersantai, jadi berat badan saya sedikit di atas 70 kg. Saya kehilangan sekitar 15 kg dalam dua setengah bulan," ujar Park Ji Hoon.

Kondisi tubuh yang kekurangan energi secara drastis memicu rasa mual yang parah. Park Ji Hoon juga menceritakan hilangnya selera makan serta munculnya rasa pusing yang mengganggu aktivitasnya.

"Saya mempertahankan berat badan itu sampai syuting selesai. Saat itu, saya bahkan tidak nafsu makan. Hanya melihat atau mencicipi makanan saja membuat saya ingin muntah. Kondisi fisik saya sangat buruk," ungkap Park Ji Hoon.

Gejala pusing yang dialami sang aktor kerap muncul secara mendadak, terutama saat ia harus melakukan adegan dengan intensitas emosi yang tinggi.

"Saat itulah saya pertama kali menyadari bagaimana rasanya pusing. Setelah berteriak saat adegan akting, kepala saya akan berputar," ucap Park Ji Hoon.

Tindakan pembatasan nutrisi ekstrem secara medis terbukti memicu berbagai masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk anemia dan gangguan sistem imun. Ahli gizi Lindsey DeSoto memberikan pandangan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan asupan nutrisi dalam program penurunan berat badan.

"Makan sehat bukan berarti menghilangkan makanan favorit, melainkan tentang menemukan keseimbangan. Dengan beberapa penyesuaian sederhana, kita dapat mengisi piring Anda dengan makanan bergizi yang meningkatkan energi dan tetap sesuai dengan gaya hidup," kata Lindsey DeSoto, RD, LD melalui Very Well Health.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author