Paris Saint Germain Pertahankan Gelar Juara Liga Champions 2026
Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menumbangkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 4-3 di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu, 30 Mei 2026 malam WIB.
Pertandingan final kompetisi tertinggi antarklub Eropa musim 2025-2026 tersebut harus berlanjut hingga babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal dan perpanjangan waktu 2×15 menit.
Arsenal sejatinya unggul lebih awal pada menit keenam melalui sepakan keras kaki kiri Kai Havertz dari sudut sempit setelah memanfaatkan bola liar hasil sapuan kapten PSG, Marquinhos, yang memantul mengenai Leandro Trossard.
Gol tersebut membuat Havertz menyamai rekor Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic sebagai pemain yang mampu mencetak gol di laga final Liga Champions dengan dua klub berbeda.
PSG kemudian mendominasi penguasaan bola dan baru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua, tepatnya di menit ke-64, lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele.
Sanksi penalti diberikan oleh wasit setelah penyerang sayap PSG, Khvicha Kvaratskhelia, dijatuhkan oleh bek Arsenal, Cristhian Mosquera, di dalam area terlarang yang kemudian dikonfirmasi melalui peninjauan VAR.
Setelah tidak ada tambahan gol di babak perpanjangan waktu, penentuan pemenang Liga Champions harus diselesaikan melalui adu penalti untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.
Dalam babak adu penalti, empat eksekutor PSG yaitu Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya, sementara hanya Nuno Mendes yang gagal karena tendangannya ditepis David Raya.
Di kubu Arsenal, dua penendang mereka gagal menemui sasaran, yakni Eberechi Eze yang tendangannya melebar serta Gabriel Magalhaes yang bola tembakannya melambung di atas mistar gawang.
Hasil minor ini menjadi satu-satunya kekalahan Arsenal dalam rekor Liga Champions musim 2025-2026, di mana Opta mencatat ini menjadi kekalahan kedua The Gunners dalam 118 laga terakhir di semua kompetisi saat mereka unggul di babak pertama.
Bagi PSG, keberhasilan ini membuat skuad asuhan Luis Enrique menjadi tim pertama yang meraih gelar beruntun sejak Real Madrid melakukannya pada periode 2016 hingga 2018.
Sebelum pertandingan berlangsung, internal Les Parisiens sempat diterpa kabar ketegangan setelah Matvey Safonov dan Illia Zabarnyi terekam kamera menghindari jabat tangan saat sesi latihan terbuka akibat pembatasan profesional terkait konflik Ukraina dan Rusia.
Kendati demikian, fokus tim tetap terjaga hingga berhasil meraih trofi Si Kuping Besar kedua mereka sepanjang sejarah klub.
Sebelum partai puncak bergulir, winger PSG Khvicha Kvaratskhelia sempat membagikan keyakinan timnya kepada UEFA.
"We understand that we are the reigning champions and we can win again," ujar Khvicha Kvaratskhelia, Winger PSG.
"We've proved once more that we can beat any team as long as we play our way," kata Khvicha Kvaratskhelia, Winger PSG.
Pelatih PSG, Luis Enrique, juga sempat memberikan pujian mendalam terhadap kualitas kedisiplinan taktik dari tim asuhan Mikel Arteta menjelang laga di Hungaria.
"Without the ball, they are the best team in the world, and with it, they can score a lot," kata Luis Enrique, Pelatih PSG.
"It makes sense that we are facing them in the final," ujar Luis Enrique, Pelatih PSG.
| Eksekutor PSG | Status | Eksekutor Arsenal | Status |
|---|---|---|---|
| Goncalo Ramos | Gol | Viktor Gyokeres | Gol |
| Desire Doue | Gol | Eberechi Eze | Gagal |
| Nuno Mendes | Gagal | Declan Rice | Gol |
| Achraf Hakimi | Gol | Gabriel Martinelli | Gol |
| Lucas Beraldo | Gol | Gabriel Magalhaes | Gagal |