Paris Saint-Germain Siap Pertahankan UEFA Super Cup Lawan Aston Villa di Salzburg
Paris Saint-Germain (PSG) akan berusaha mempertahankan gelar UEFA Super Cup 2026 saat menghadapi juara Liga Europa, Aston Villa, pada Rabu, 12 Agustus di Salzburg, Austria.
PSG, juara Liga Champions, berambisi menjadi tim kedua di era modern yang berhasil mempertahankan gelar Super Cup setelah Real Madrid pada 2016 dan 2017. Musim lalu, PSG mengalahkan Tottenham lewat adu penalti di final di Udine, Italia.
Aston Villa datang ke laga ini dengan modal kemenangan di final Liga Europa melawan Freiburg pada Mei lalu di Istanbul. Klub asal Inggris ini pernah memenangkan Super Cup sekali, dengan mengalahkan Barcelona agregat 3-1 pada musim 1982/83.
Dalam pertemuan sebelumnya, PSG dan Villa bertemu di perempat final Liga Champions 2024/25, yang dimenangkan PSG dengan agregat 5-4 setelah Villa sempat bangkit dari kekalahan 1-5. Pertemuan itu menunjukkan gaya bermain menyerang kedua tim yang dipimpin pelatih asal Spanyol, Luis Enrique dan Unai Emery.
PSG mengumumkan kedatangan gelandang serang Maghnes Akliouche dari Monaco, dan kemungkinan menurunkan pemain muda Senny Mayulu serta Khvicha Kvaratskhelia yang menjalani pramusim penuh. Villa menambah kekuatan dengan pemain baru Modou Kéba Cissé, João Gomes, dan Alejandro Garnacho, yang berpotensi tampil pertama kali dalam pertandingan ini.
Skuad PSG diperkirakan tampil dengan formasi Safonov; Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; João Neves, Vitinha, Zaïre-Emery; Akliouche, Doué, Kvaratskhelia. Sedangkan Villa akan menurunkan Bizot; Cash, Lindelöf, Pau Torres, Maatsen; McGinn, João Gomes, Kamara, Hemmings; Buendía, Madjo.
Alex Clementson, wartawan Paris, mengatakan keberhasilan PSG mempertahankan gelar akan menjadi pencapaian besar bagi pelatih Luis Enrique yang sudah mengoleksi 13 trofi sejak 2023.
Jonny Coffey, reporter Aston Villa, menyoroti kesiapan Villa menghadapi Liga Champions musim depan dan perubahan skuad yang ada, serta ambisi tim untuk tampil impresif di Salzburg.
Luis Enrique, pelatih PSG, menyatakan kegembiraannya berada di final dan menegaskan fokus tim untuk tampil maksimal sepanjang musim.
"Kami senang berada di sini karena itu menunjukkan kami bekerja dengan baik musim lalu. Kami belum tahu level kami, tapi kami bersemangat. Yang penting adalah tampil terbaik di akhir musim, tapi semuanya dimulai besok. Kami ingin menunjukkan betapa tak terduganya kami," ujar Luis Enrique.
Kapten PSG, Marquinhos, mengakui tantangan yang dihadapi dan menegaskan tekad tim untuk memenangkan trofi.
"Kami tahu ini sulit. Meski sudah menang beberapa musim terakhir, bukan berarti mudah. Ada banyak rintangan.
Kami lapar kemenangan dan ingin meraih trofi. Secara pribadi saya ingin lebih, begitu juga dengan semua pemain. Kami sudah berusaha keras untuk sampai di sini dan dalam kondisi terbaik," ujar Marquinhos.
Unai Emery, pelatih Villa, menyatakan pentingnya membangun tim yang sukses dan memandang Super Cup sebagai kesempatan untuk mengukir prestasi baru.
"Kami berusaha sukses dengan membangun tim juara dan kemudian meraih trofi. Bermain di UEFA Super Cup adalah kesempatan untuk menang dan melawan PSG, tim terbaik dunia saat ini," ujar Emery.
John McGinn, kapten Villa, menegaskan komitmen tim meski ada perubahan dan tantangan.
"Kami selalu bersaing dengan yang terbaik di Inggris dan Eropa. Ada tantangan dan perubahan, tapi kami punya inti tim yang sama, pelatih yang sama, metode yang sama, dan keinginan yang sama untuk meraih lebih. Selama kami lapar, fans Villa bisa berharap banyak," ujar McGinn.
Jika pertandingan berakhir imbang setelah waktu normal, pertandingan akan langsung dilanjutkan dengan adu penalti tanpa perpanjangan waktu.