Pape Thiaw Cadangkan Koulibaly Jelang Laga Belgia Melawan Senegal

Share

Pelatih Timnas Senegal Pape Thiaw membuat keputusan besar dengan mencadangkan Kalidou Koulibaly menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia pada Rabu (1/7/2026). Langkah berani ini diambil setelah Senegal lolos secara dramatis sebagai peringkat ketiga terbaik meski sempat menelan dua kekalahan beruntun dan kebobolan enam gol dari Prancis serta Norwegia di fase grup. Perubahan taktik tersebut menjadi bagian dari strategi Thiaw yang menegaskan bahwa fase gugur ini merupakan awal dari kompetisi yang benar-benar baru bagi timnya.

"C'est une nouvelle compétition qui va commencer et nous sommes déterminés à remporter ce match", kata Pape Thiaw, Pelatih Timnas Senegal.

Thiaw juga mengingatkan bahwa status juara grup di fase sebelumnya sama sekali tidak menjamin keselamatan tim dari ancaman langsung angkat koper. "C'est une compétition différente qui commence (…) et ce n'est pas parce qu'on termine en tête de son groupe qu’on est à l'abri d'une élimination", tambah Pape Thiaw, Pelatih Timnas Senegal.

Pernyataan tersebut merujuk pada kekalahan mengejutkan Belanda dari Maroko melalui adu penalti, sementara Belgia sendiri melaju ke babak ini sebagai juara Grup G setelah unggul selisih gol dari Mesir. Pertandingan ini juga menjadi panggung reuni emosional bagi kedua juru taktik mengingat pelatih Belgia, Rudi Garcia, pernah bekerja sama dengan Thiaw saat masih di Saint-Étienne.

"Pape Thiaw est un joueur formidable et c’est aussi un excellent entraîneur", kata Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia. Meski memiliki hubungan personal yang dekat dan mengaku ikut gembira atas pencapaian kolebanya, Garcia menegaskan misinya untuk membawa Belgia keluar sebagai pemenang dalam duel krusial ini. "Je suis très heureux pour lui. Mais je vais le battre", tutur Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author