Ousmane Dembele Bela Kylian Mbappe dari Derasnya Kritik Publik
Penyerang Paris Saint-Germain Ousmane Dembele memberikan pembelaan terbuka bagi kapten Tim Nasional Prancis Kylian Mbappe yang terus dihujani kritik tajam dari publik dan media Spanyol maupun Prancis sepanjang musim 2025/2026.
Tekanan terhadap penyerang berusia 27 tahun tersebut semakin meningkat setelah dirinya gagal mempersembahkan trofi untuk Real Madrid pasca-kepindahannya pada musim panas 2024. Dilansir dari Bola.com, Dembele menilai gelombang kritik yang mengarah kepada sahabatnya tersebut sudah melampaui batas wajar.
"Kritik terhadapnya sangat, sangat tidak adil. Beberapa orang sudah kelewatan dalam mengkritik Kylian," kata Dembele dalam wawancaranya bersama Marca.
Pemain yang menjadi kandidat kuat peraih Ballon d'Or 2026 itu menambahkan bahwa publik sering kali membesar-besarkan setiap tindakan kecil yang dilakukan oleh sang kapten.
"Dia pemain yang luar biasa dan juga pribadi yang sangat baik di luar lapangan. Banyak orang berlebihan hanya karena dia adalah Kylian Mbappe," lanjut Dembele.
Sorotan tiada henti dari publik diakui Dembele telah menyentuh hal-hal sepele yang tidak berkaitan dengan performa sepak bola.
"Apakah dia mengikat tali sepatunya atau tidak, apakah dia menaikkan kaus kakinya atau tidak, semuanya selalu dibahas. Itu sudah terlalu berlebihan. Dia tetap manusia biasa," kata Dembele.
Meskipun situasi di luar lapangan penuh dengan tekanan, Dembele menegaskan posisi vital rekan setimnya itu sebagai figur pemimpin yang memberikan dampak positif di dalam skuad Les Bleus.
"Bersama tim nasional, dia sangat baik kepada kami. Dia adalah seorang pemimpin," ujar Dembele.
Selain membicarakan sang kapten, penyerang sayap tersebut memberikan apresiasi khusus bagi pelatih Didier Deschamps yang telah memutuskan untuk mundur dari kursi kepelatihan setelah turnamen Piala Dunia 2026 usai.
"Dia adalah pelatih yang luar biasa. Dia akan selalu dikenang sebagai legenda di antara para pelatih Timnas Prancis," kata Dembele.
Kylian Mbappe dipersiapkan untuk kembali memimpin lini serang Les Bleus pada laga pembuka Grup I melawan Senegal di East Rutherford, New Jersey, Rabu dini hari WIB. Laga tersebut sempat diwarnai momen kontroversial saat Mbappe dijatuhkan oleh Sadio Mane di kotak penalti menjelang satu jam pertandingan berjalan.
Dilansir dari rmcsport.bfmtv.com, wasit sempat memeriksa tayangan VAR di pinggir lapangan sebelum akhirnya memutuskan untuk memberikan tendangan gawang bagi Senegal. Isyarat tangan wasit yang membingungkan sempat mengecoh penonton, skuad After, hingga pelatih Didier Deschamps yang mengira hal tersebut merupakan penunjukan titik putih.
"Un scandale", pas de penalty, l'arbitre a même bluffé… l'After kata sumber rmc sport dalam ulasannya mengenai keputusan kontroversial tersebut.