Oracle Memangkas 21.000 Karyawan Akibat Efisiensi dan Penggunaan AI
Oracle Corp. telah melakukan pengurangan tenaga kerja secara agresif terhadap 21.000 karyawan dalam 12 bulan terakhir karena posisi mereka dihapus akibat penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Selasa (23/6/2026).
Langkah efisiensi berskala besar ini dilansir dari Bloombergtechnoz yang mengutip laporan Bloomberg mengenai kondisi internal perusahaan teknologi tersebut. Pengurangan staf global ini berjalan seiring dengan upaya restrukturisasi operasi yang tengah dilakukan perusahaan.
"Penerapan dan penggunaan teknologi AI di seluruh operasi kami telah mengakibatkan, dan mungkin akan terus mengakibatkan, pengurangan tenaga kerja kami," kata Oracle dalam laporan keuangan tahunan kepada otoritas pengawas.
Pernyataan resmi tersebut mengonfirmasi bahwa penyusutan jumlah pegawai tetap global Oracle menyisakan 141.000 pekerja per 31 Mei, yang menandai akhir tahun fiskal mereka. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan signifikan dari angka 162.000 karyawan pada tahun sebelumnya.
Kebijakan pemangkasan hubungan kerja ini memicu beban biaya restrukturisasi bagi perusahaan sekitar $1,8 miliar. Di sisi lain, Oracle sedang menghadapi tekanan finansial yang berat akibat tingginya biaya pembangunan pusat data AI untuk para pelanggan mereka, termasuk OpenAI. Oracle pun mulai memangkas ribuan pekerjaan sejak awal tahun ini demi menghemat kas perusahaan.