OPPO Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Kuartal I 2026

Share

Persaingan vendor ponsel di kelas menengah dan entry-level semakin ketat setelah pasar smartphone Indonesia mengalami pelemahan pada kuartal pertama tahun 2026.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, OPPO berhasil menempati posisi puncak sebagai penguasa pasar smartphone di Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan terbaru Counterpoint Research, posisi OPPO kini mulai dibayangi secara ketat oleh kompetitor utamanya, Xiaomi.

Data Counterpoint menunjukkan bahwa OPPO memimpin pasar smartphone domestik dengan raihan pangsa pasar mencapai 22% pada kuartal pertama 2026.

Pencapaian pangsa pasar tersebut tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sempat menyentuh angka 27%.

Lembaga riset tersebut mencatat adanya penurunan pengiriman ponsel OPPO sebesar 24% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kendati demikian, vendor asal China ini tetap mempertahankan peringkat teratas berkat kekuatan penjualan dari portofolio kelas menengah mereka, terutama lini seri A.

OPPO dinilai sukses memanfaatkan kelompok konsumen kelas menengah yang cenderung tidak terlalu sensitif terhadap fenomena kenaikan harga perangkat.

Lonjakan harga perangkat itu sendiri dipicu oleh membubungnya biaya komponen di tingkat global secara signifikan.

Langkah OPPO dalam memperbanyak pilihan pada lini smartphone mid-range terbukti membantu perusahaan menjaga daya saing di tengah kelesuan pasar smartphone nasional yang merosot 9% yoy.

Di sisi lain, Xiaomi berhasil memangkas jarak secara drastis setelah mengamankan pangsa pasar sebesar 21% pada kuartal ini.

Angka pangsa pasar Xiaomi tersebut menunjukkan kenaikan tipis dari posisi 20% yang diraih pada kuartal pertama tahun 2025.

Xiaomi kini menjadi penantang terdekat bagi posisi puncak karena pergerakannya yang agresif dalam memperkuat dominasi di segmen entry-level.

Counterpoint memaparkan bahwa Xiaomi sukses menjaga performa penjualan melalui lini Redmi A-series yang menyajikan spesifikasi kompetitif dengan harga ekonomis.

Langkah strategis lain dari Xiaomi adalah terus memperluas jaringan ritel di tanah air lewat pengenalan konsep toko baru yang menonjolkan integrasi ekosistem perangkat pintar.

Walaupun volume pengiriman Xiaomi ikut turun 4% yoy akibat rivalitas sengit di kelas menengah dan penundaan produk, tingkat penurunan mereka jauh lebih kecil dibanding kompetitor lain.

Secara menyeluruh, Counterpoint Research mengonfirmasi bahwa total pengiriman smartphone di Indonesia menyusut 9% secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Kombinasi antara kenaikan biaya komponen global dan penurunan daya beli masyarakat membuat konsumen domestik menjadi jauh lebih selektif dalam memperbarui gawai mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author