OpenAI dan Anthropic Bersiap Perang Harga Jelang IPO
Persaingan di industri kecerdasan buatan generatif berpotensi memicu penurunan biaya layanan bagi para pengguna. OpenAI kini tengah mempertimbangkan langkah untuk memotong harga layanannya secara signifikan. Rencana ini diambil demi mengantisipasi pengurangan biaya serupa yang diprediksi akan dilakukan oleh pesaing utamanya, Anthropic PBC.
Langkah strategis tersebut mengisyaratkan terjadinya perang harga yang sengit di antara kedua raksasa teknologi ini. Momentum ini juga bertepatan dengan persiapan kedua perusahaan dalam menyambut penawaran umum perdana atau IPO yang diperkirakan segera berlangsung.
Perusahaan pencipta ChatGPT ini sedang mengkaji berbagai opsi penyesuaian biaya operasional. Salah satu opsi yang dibahas adalah menurunkan harga token yang menjadi satuan pengukur penggunaan kecerdasan buatan. Penurunan ini akan dieksekusi jika Anthropic melakukan langkah serupa, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.
Pembahasan mengenai pemotongan tarif ini dikabarkan masih berada dalam tahap awal. Hingga saat ini, belum ada keputusan final yang diambil oleh manajemen perusahaan. Pihak OpenAI sendiri memilih untuk menolak memberikan komentar resmi terkait laporan yang sebelumnya juga telah diturunkan oleh The Wall Street Journal.
Perebutan basis pengguna antara OpenAI dan Anthropic, yang mengembangkan chatbot Claude, memang terus memanas. Kedua perusahaan AI generatif ini berupaya memanfaatkan antusiasme pasar global terhadap teknologi mutakhir untuk memperkuat posisi mereka menjelang melantai di bursa saham.
OpenAI sendiri telah mengajukan permohonan pencatatan saham publik pada pekan ini. Pada putaran penggalangan dana yang berlangsung Maret lalu, valuasi perusahaan tercatat berada di angka US$852 miliar. Sementara itu, Anthropic telah menunjuk sejumlah bank untuk menangani proses IPO mereka setelah berhasil menggalang dana dengan nilai valuasi mencapai US$965 miliar pada bulan lalu.
Di sisi lain, SpaceX milik Elon Musk juga tengah bersiap untuk melaksanakan IPO pada pekan ini. Perusahaan yang mencakup bisnis satelit, xAI, serta jejaring sosial X tersebut diperkirakan akan menyentuh valuasi sekitar US$1,8 triliun.
Persaingan di sektor AI generatif ini tidak hanya melibatkan perusahaan rintisan baru, tetapi juga raksasa teknologi mapan seperti Microsoft Corp. dan Google milik Alphabet Inc. Kendati demikian, antusiasme besar terhadap valuasi tinggi ini mulai dihadapkan pada tantangan realitas biaya operasional di lapangan.
Beberapa perusahaan besar kini mulai membatasi penggunaan teknologi ini demi efisiensi anggaran. Uber Technologies Inc., misalnya, menerapkan pembatasan akses sejumlah alat berbasis AI bagi stafnya karena anggaran tahunan untuk AI telah habis lebih awal. Kebijakan serupa juga diambil oleh Walmart Inc. yang membatasi pemanfaatan agen AI internal oleh para karyawannya.