Oleksandr Usyk Hentikan Rico Verhoeven Lewat TKO Kontroversial di Mesir

Share

Petinju kelas berat Ukraina, Oleksandr Usyk, mempertahankan gelar juara dunia WBC dan WBA setelah memetik kemenangan TKO kontroversial pada ronde ke-11 melawan mantan juara kickboxing Rico Verhoeven di Giza, Mesir, Sabtu malam waktu setempat.

Dilansir dari bbc.com dan sports.yahoo.com, pertarungan yang berlangsung di arena terbuka dekat Piramida Giza ini dihentikan oleh wasit Mark Lyson saat ronde ke-11 tersisa satu detik, tepatnya di menit 2:59.

Keputusan tersebut memicu perdebatan sengit karena Rico Verhoeven dinilai masih mampu memberikan perlawanan meskipun sempat terjatuh akibat pukulan uppercut kanan dari Oleksandr Usyk dalam 30 detik terakhir ronde tersebut.

Sebelum penghentian kontroversial itu terjadi, Rico Verhoeven yang baru menjalani laga tinju profesional keduanya tampil agresif dan menyulitkan sang juara bertahan dengan keunggulan berat badan 25 pon serta pukulan kombinasi ke arah badan.

Berdasarkan sistem penilaian terbuka setelah ronde kedelapan, ketiga hakim memberikan nilai sama kuat 76-76, sementara skor sesaat sebelum laga dihentikan menunjukkan hasil imbang 95-95, 95-95, dan 96-94 untuk keunggulan Verhoeven.

Oleksandr Usyk yang kini mengantongi rekor 25-0 dengan 16 KO mengakui ketangguhan lawannya yang sempat beberapa kali menggoyahkan pertahanannya sepanjang laga.

"This fight was hard. It was a good fight," ujar Oleksandr Usyk, juara dunia kelas berat terpadu.

Setelah memberikan pernyataan singkat mengenai jalannya laga, petinju berusia 39 tahun tersebut langsung merespons tantangan dari penantang wajib WBC, Agit Kabayel, yang naik ke atas ring pascapertandingan.

"Let's do it, no problem. I am ready, brother," kata Oleksandr Usyk menanggapi ajakan berduel di stadion Jerman.

Di sisi lain, kubu Rico Verhoeven merasa tidak puas dengan keputusan wasit Mark Lyson yang dinilai terlalu cepat menghentikan laga kelas berat dunia ini.

"I wanted the referee to let me go out on my shield or let me go in the 12th. I felt we were pretty even on the scorecards," kata Rico Verhoeven, penantang gelar asal Belanda.

Meskipun kalah dalam debut perebutan gelar tinjunya, mantan penguasa ajang kickboxing GLORY ini tetap merasa bangga karena mampu membuktikan kapasitasnya di hadapan para legenda tinju dunia yang hadir menonton.

"I am super proud of my performance, and hopefully the boxing world embraces me as a boxer. I am amazingly happy to be here," tutur Rico Verhoeven.

Sementara itu, pelatih Rico Verhoeven, Peter Fury, sempat memberikan instruksi tegas di sudut ring pada jeda ronde keempat agar anak asuhnya tidak terlalu bernafsu melepaskan pukulan keras yang bisa menjadi celah bagi lawan.

"Get back to your boxing, you're getting too greedy, trying to land and getting caught," kata Peter Fury mengingatkan.

Kekecewaan mendalam terhadap jalannya akhir laga juga disuarakan oleh komentator resmi siaran DAZN, Todd Grisham, yang langsung memprotes keras tindakan wasit di detik-detik terakhir ronde ke-11.

"What are you doing, referee? What are you doing? Are you kidding me? This is for the heavyweight championship of the world," seru Todd Grisham saat siaran langsung.

Di tempat yang sama, penantang wajib WBC asal Jerman, Agit Kabayel, menegaskan kesiapannya untuk menjadi lawan berikutnya bagi sang juara bertahan dalam duel berskala besar.

"I have waited so long for this fight. I am ready and I think Germany is ready for the fight. Let's do it in a German stadium. I think all the fans want it," tegas Agit Kabayel.

Selain partai utama tersebut, rangkaian pertandingan di Mesir ini juga mencatatkan kemenangan KO ronde kedua bagi Hamzah Sheeraz atas Alem Begic untuk gelar super middleweight WBO, serta kemenangan angka mutlak Jack Catterall atas Shakhram Giyasov untuk gelar welterweight WBA.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author