Novelis Jepang Keigo Higashino Meninggal Dunia Akibat Kanker
Dunia sastra berduka setelah novelis misteri terkemuka asal Jepang, Keigo Higashino, meninggal dunia pada 23 Juli 2026 akibat penyakit kanker usus besar yang diidapnya. Seperti dilansir dari Detikcom, pengarang produktif tersebut tetap aktif menulis hingga akhir hayatnya. Pihak penerbit mengonfirmasi bahwa mendiang telah menyelesaikan karya terakhirnya yang menjadi bagian dari seri Detektif Galileo.
Novel yang diberi judul Eternal Memory atau Eien no Kioku tersebut dijadwalkan akan terbit pada bulan mendatang. "Ia terus menulis sampai akhir hayatnya. Novelnya Eternal Memory atau Kenangan Abadi dijadwalkan rilis 5 Agustus 2026," tulis keterangan penerbit yang dilansir dari The Japan Times.
Jalur cerita novel terakhir ini berfokus pada penusukan Detektif Kaoru Utsumi oleh seorang pria berusia 70-an yang kemudian bungkam setelah gagal melakukan aksi bunuh diri dari atas gedung. Plot semakin rumit saat seorang perempuan muda yang menyimpan dendam kepada Utsumi bermunculan dan memicu keterlibatan fisik serta mental para penyelidik.
Sepanjang masa hidupnya, penulis kelahiran 1958 ini berhasil menelurkan 106 buku dengan penjualan menembus lebih dari 100 juta eksemplar di Jepang pada 2023. Salah satu karyanya yang paling populer adalah The Devotion of Suspect X yang mengisahkan rekayasa kejahatan sempurna oleh seorang guru matematika SMA. Karya tersebut mengantarkannya meraih Penghargaan Naoki dan Penghargaan Misteri Honkaku pada 2006. Karier menulisnya dimulai sejak 1985 lewat novel After School yang memenangi penghargaan Edogawa Rampo, disusul Penghargaan Sastra Yoshikawa Eiji untuk The Final Curtain pada 2014, serta kepemimpinannya di Asosiasi Penulis Misteri Jepang periode 2009–2013.
Semasa hidupnya, Higashino selalu berupaya menyajikan jalan cerita yang memikat dan tidak terduga bagi para pembaca setianya di seluruh dunia. "Beberapa penulis bertujuan untuk menyentuh hati pembaca, yang lain ingin menulis kalimat-kalimat yang indah. Saya ingin pembaca terus-menerus terkejut dengan ide-ide saya," kata Higashino dalam wawancara bersama The Wall Street Journal pada 2011.