PT Niramas Utama Tbk JELI Catat Lonjakan Laba Bersih 202 Persen Jelang IPO

Share

Produsen makanan dan minuman merek Inaco, PT Niramas Utama Tbk (JELI), membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan menjelang rencana aksi korporasi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seperti dikutip dari Bloomberg Technoz, emiten berkode saham JELI ini berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp39,02 miliar di sepanjang tahun 2025.

Pencapaian laba bersih tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 202,1% jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp12,91 miliar.

Meskipun laba bersih tumbuh impresif, pendapatan perseroan memperlihatkan tren yang cenderung menyusut hingga akhir tahun 2025.

Penjualan yang dibukukan oleh JELI berada di angka Rp753,05 milaiar pada tahun 2025, mengalami penurunan sebesar 4,49% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp788,42 miliar.

Penurunan pendapatan ini diimbangi oleh beban pokok penjualan JELI yang ikut mengalami efisiensi menjadi Rp462,27 miliar pada 2025.

Angka beban pokok penjualan tersebut turun sebesar 12,58% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya yang menyentuh Rp528,82 miliar.

Melalui efisiensi biaya tersebut, perseroan sukses mengamankan laba bruto sebesar Rp290,77 miilar pada 2025, atau tumbuh 12,01% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp259,6 miliar.

Perolehan laba bruto tersebut tergerus oleh sejumlah pos pengeluaran, meliputi beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan yang totalnya mencapai Rp240,23 miilar.

Dari sisi neraca keuangan, JELI mencatatkan total liabilitas hingga akhir tahun 2025 sebesar Rp406,59 miilar.

Kewajiban tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp323,886 miliar serta liabilitas jangka panjang yang mencapai Rp82,7 miilar.

Total aset yang dimiliki oleh perseroan tercatat menyentuh angka Rp552,11 miilar sampai akhir periode 2025.

Aset tersebut ditopang oleh kepemilikan aset lancar sebesar Rp369,25 miliar dan kepemilikan aset tidak lancar senilai Rp182,85 miilar.

Sementara itu, total ekuitas perusahaan pada akhir tahun 2025 bertengger di posisi Rp145,52 miliar, mengalami kenaikan 22,78% dari tahun sebelumnya sebesar Rp118,51 miilar.

Dalam rencana aksi korporasinya, PT Niramas Utama Tbk tengah bersiap melepas saham perdana kepada publik atau Initial Public Offering (IPO).

Perseroan bakal menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta lembar saham baru, yang setara dengan 25,93% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Manajemen menetapkan rentang harga penawaran awal berada di kisaran Rp900 sampai Rp1.120 per lembar saham.

Melalui target harga tersebut, perusahaan berpotensi meraup tambahan modal segar maksimal hingga Rp392 miilar dari lantai bursa.

Alokasi dana hasil IPO sebesar 51,04% akan disalurkan sebagai penyertaan modal untuk anak usaha, yaitu PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS).

Dana setoran modal tersebut bakal dimanfaatkan untuk pembelian dan pemasangan mesin baru guna menggenjot kapasitas produksi produk jelly serta gummy candy.

Selanjutnya, sekitar 18,36% dari dana IPO akan dialokasikan untuk membiayai pembelian mesin, alat produksi, serta fasilitas penunjang operasional.

Langkah ini ditujukan untuk memperluas kapasitas daya tampung gudang penyimpanan sekaligus meningkatkan efisiensi pada sistem logistik perusahaan.

Perseroan juga mengalokasikan sekitar 10,63% dana untuk melunasi sebagian pokok utang pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Pembayaran utang ini ditargetkan mampu memangkas saldo pinjaman perusahaan menjadi Rp54 miliar dari posisi awal yang berada di angka Rp94 miilar.

Sisa dana IPO sekitar 19,97% akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, biaya aktivitas pemasaran, dan operasional.

JELI dijadwalkan memasuki fase penawaran awal atau bookbuilding yang berlangsung pada tanggal 15 Juni sampai 22 Juni 2026.

Proses penawaran umum dijadwalkan bergulir pada 1 Juli hingga 3 Juli 2026, sebelum akhirnya melakukan pencatatan saham perdana di BEI pada 7 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author