Nico Paz Catat Sejarah Unik pada Final Piala Dunia 2026
Gelandang muda tim nasional Argentina, Nico Paz, mencetak sejarah baru menjelang laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di Stadion MetLife pada Minggu, 19 Juli 2026. Pemain berusia 21 tahun yang lahir di Spanyol tersebut menjadi pesepak bola pertama dalam sejarah Piala Dunia yang menghadapi negara kelahirannya di partai puncak.
Paz lahir di Santa Cruz de Tenerife, Spanyol, dan merupakan anak dari mantan bek timnas Argentina, Pablo Paz. Berkat kewarganegaraan ayahnya, ia memilih untuk membela Albiceleste sejak tingkat junior melalui program scouting Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) yang memantau talenta keturunan di luar negeri.
Karier profesional Paz melejit setelah pindah dari Real Madrid ke klub Serie A Italia, Como, pada 2024 di bawah asuhan Cesc Fàbregas. Penampilan impresifnya di Italia membuat Como menebus kepemilikan penuh sang pemain dengan nilai transfer mencapai 60 juta euro setelah ia mencetak 12 gol dan 7 assist pada musim terakhirnya.
Paz membeberkan alasan utamanya memilih untuk memperkuat Argentina ketimbang tanah kelahirannya.
"Yo nací en España. Amo a los dos países, pero al final decidí representar a Argentina. Creo que es el país que más me representa, por cómo se vive el fútbol y por mi padre, que es un orgullo seguir sus pasos", ujar Nico Paz.
Pemain setinggi 186 cm ini juga menekankan peran sang ayah yang selalu memberikan kebebasan penuh dalam menentukan kariernya tanpa adanya paksaan.
"Es un consejero, ha vivido este mundo, sabe más que nadie. Pero me deja tranquilo, me deja decidir, que haga lo que sienta. No me incita a las decisiones, me deja libre", tambah Nico Paz.
Paz sempat mengutarakan impian besarnya untuk bisa tampil di ajang olahraga multievent internasional sebelum ia akhirnya tidak masuk dalam skuad final ke Paris.
"Sería un sueño para mí estar en los Juegos Olímpicos, me encantaría. Mi padre pudo jugarlo en Atlanta 96 y sería un sueño. Habrá que ver cómo termina la temporada, si me llama Masche y si me deja el club", kata Nico Paz.
Paz mengenang kembali momen ketika dirinya pertama kali mendapatkan panggilan dari tim nasional yang mengubah jalan hidupnya dalam waktu singkat.
"Mi vida pasó de cero a 100. Estaba en juveniles y de un día para el otro me llegó el llamado de la Selección. Luego subí al Castilla, que es otro fútbol.
In un año estaba en el primer equipo, debuté y hasta hice un gol. Todavía estoy asimilando lo que me está pasando", tutur Nico Paz.
Paz juga menceritakan bagaimana ayahnya selalu menanamkan kecintaan terhadap sepak bola Argentina sejak masa kecilnya di Spanyol.
"Mi padre desde chiquito me inculcó la pasión que tiene todo el país. Me compraba las camisetas con mi nombre y siempre alentábamos desde un poco más lejos que los demás", kenang Nico Paz.
Mantan bek Argentina, Pablo Paz, mengungkapkan reaksi emosional sang anak saat pertama kali mendapat panggilan tim nasional menjelang Piala Dunia 2022.
"Salió de la habitación temblando. No podía hablar de la emoción", ungkap Pablo Paz.
Ia juga menegaskan situasi mengenai status pemilihan tim nasional anaknya yang tidak melibatkan pihak federasi sepak bola Spanyol.
"No tuvo que elegir porque nunca hubo contacto con la selección española", jelas Pablo Paz.
Momen latihan bersama kapten utama Argentina memberikan kesan mendalam yang langsung dibagikan oleh Paz di media sosialnya.
"Viviendo un sueño", tulis Nico Paz.
Debut resminya di tim senior terjadi pada Oktober 2024 saat melawan Bolivia, di mana ia memberikan assist untuk gol Lionel Messi setelah mendapatkan instruksi khusus dari pelatih Lionel Scaloni.
"Movete, disfrutá, olvidate de la posición, recibí la pelota y pasala bien", kata Lionel Scaloni seperti ditirukan oleh Paz.
Paz menganggap kesempatan bermain dan memberikan umpan matang kepada peraih delapan Ballon d'Or tersebut sebagai pencapaian tertinggi.
"Asistir a Messi, el mejor jugador de la historia, cuando pensaba que no iba a coincidir con él por la diferencia de edad", sebut Nico Paz.
Performa debut tersebut langsung mendapatkan apresiasi positif dari sang kapten tim pascapertandingan.
"Tiene muchísima calidad y entiende perfectamente el juego", puji Lionel Messi.
Hingga menjelang laga final, Paz telah mencatatkan 11 penampilan bersama timnas senior Argentina dan mencetak gol pertamanya melalui eksekusi tendangan bebas dalam laga persahabatan melawan Mauritania.