Neymar Memicu Kericuhan Usai Santos Lolos Perempat Final Piala Brasil

Share

Bintang Santos FC, Neymar, memicu kontroversi usai mengantarkan timnya menang 1-0 atas Club do Remo pada leg kedua babak 16 besar Piala Brasil di Stadion Banpara Baenao, Rabu (5/8/2026). Hasil tersebut memastikan Santos melaju ke babak perempat final.

Masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, penyerang berusia 34 tahun itu memberikan umpan matang yang diselesaikan menjadi gol kemenangan oleh Rony pada menit ke-71. Namun, tensi pertandingan meningkat sesaat setelah wasit meniup peluit panjang penanda laga usai.

Eks pemain Barcelona tersebut terekam kamera melakukan provokasi ke arah staf dan pendukung Remo di area mixed zone. Sikap sang pemain memicu amarah dari pihak tuan rumah hingga membuat situasi memanas di sekitar lorong ganti.

Presiden Remo, Antonio Carlos Teixeira, mengecam keras aksi provokatif yang dilakukan oleh Neymar di area ruang ganti pemain usai laga usai.

"Kampanye yang hebat [dari Remo]. Sekarang kami merasa tersakiti, Santos tak semestinya bertindak seperti itu," kata Teixeira dilansir dari Give Me Sports.

Teixeira menilai tindakan yang ditunjukkan oleh bintang Brasil tersebut merupakan contoh buruk bagi para penggemar sepak bola, khususnya anak-anak.

"Dan si brengsek Neymar ini, yang diidolakan anak-anak, datang ke sini bikin ulah untuk memprovokasi. Kita semua bersalah karena mengidolakan bajingan seperti orang itu," kata Teixeira.

Melalui wawancara terpisah, Teixeira kembali meluapkan kekecewaannya atas insiden perselisihan yang terjadi di lorong stadion.

"Santos tidak perlu melakukan itu. Dan gelandangan Neymar ini, yang dipuja oleh gerombolan anak-anak, bertingkah seperti badut dan kemudian juga memprovokasi kami. Kami sendiri yang salah karena mengidolakan orang seperti dia," kata Teixeira dilansir dari Goal.

Ia menganggap provokasi tim lawan merupakan tindakan yang sama sekali tidak diperlukan oleh klub sekelas Santos.

"Santos sama sekali tidak membutuhkan itu," kata Teixeira dilansir dari O Fluxo.

Teixeira juga menyampaikan kritik tajam terkait dampak perilaku pemain senior tersebut terhadap generasi muda di Brasil.

"Si bajingan Neymar, yang dianggap sebagai idola oleh banyak anak, dia datang untuk memprovokasi kami," kata Teixeira.

Ia menambahkan kritik keras mengenai figur pemain idola di tengah publik sepak bola nasional.

"Kami bersalah karena kami mengagungkan para penjahat seperti ini," kata Teixeira.

Dalam kesempatan berbeda, pimpinan klub Remo tersebut menegaskan kembali ketidakpuasannya atas sikap tidak terpuji dari pemain lawan.

"Santos menang dan mereka tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu. Dan mengenai si bajingan Neymar itu? Dia diidolakan oleh anak-anak yang polos, namun dia berperilaku sangat buruk," kata Teixeira dilansir dari Portal O Fluxo.

Ia menyebut sang pemain sengaja mendekati area timnya hanya untuk menyulut emosi usai pertandingan tamat.

"Dia bahkan berlari ke ruang ganti kami untuk memprovokasi kami. Pada akhirnya, kami semua salah mengidolakan orang ini," kata Teixeira.

Sebelum insiden tersebut, Neymar sempat mendapat ejakan keras dari suporter tuan rumah sepanjang pertandingan berlangsung.

"Terima kasih atas dukungannya," kata Neymar secara sarkastis melalui unggahan Instagram Story miliknya.

Selain menyindir ejakan suporter, ia mengunggah foto dari dalam pesawat dengan keterangan "Tujuan tercapai" disertai emoji kedipan.

Perselisihan ini menambah deretan rekor indisipliner Neymar sepanjang tahun 2026, termasuk rumor perselisihan dengan pemain muda Santos yang sempat dibantahnya.

"Untuk semua yang menyebarkan informasi ini: Tolong hentikan. Jangan sebarkan kebohongan," kata Neymar di akun Instagram miliknya merespons kabar keributan internal.

Ia mengklarifikasi bahwa situasi yang terjadi di dalam ruang ganti hanyalah diskusi antarpemain yang ingin meraih kemenangan.

"Kami semua menyampaikan pendapat kami. Kami meminta pertanggungjawaban dari diri kami sendiri, yang sangat wajar, karena kami selalu menuntut yang terbaik dari diri kami sendiri. Kami ambisius dan ingin menang. Tetapi tidak ada omelan dan tidak ada penyalahan terhadap para pemain muda," kata Neymar.

Otoritas sepak bola Brasil dijadwalkan akan meninjau laporan pertandingan dan rekaman kericuhan di mixed zone untuk menentukan tindakan lebih lanjut.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Neymar Piala Brasil Santos FC
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author