Netflix Batalkan Pembentukan Serial Spin-Off Squid Game Versi Amerika
Layanan pemutar media streaming Netflix membatalkan rencana produksi serial spin-off berbahasa Inggris dari waralaba populer Squid Game. Proyek yang sempat dikembangkan selama dua tahun tersebut dipastikan berhenti dari lini produksi. Seperti dilansir dari Detikcom, pembatalan terjadi akibat penundaan yang berlangsung lama, perombakan struktur eksekutif internal, hingga perubahan fokus strategi pengembangan waralaba.
Pembatalan ini cukup mengejutkan mengingat adanya sinyal cerita pada akhir musim ketiga. Pada adegan penutup musim ketiga, aktris Cate Blanchett hadir sebagai rekruter baru di Los Angeles. Kemunculan tersebut sempat memberi petunjuk bahwa permainan mematikan itu akan merambah wilayah Amerika Serikat.
Sutradara David Fincher sejatinya telah dikaitkan dengan proyek bernama kerja "Heckler" ini sejak akhir 2023. Proyek yang awalnya dirancang untuk syuting di Inggris tersebut ditujukan sebagai adaptasi mandiri mengenai sisi gelap kapitalisme dalam budaya Barat.
Fincher yang terikat kontrak eksklusif dengan Netflix dianggap sebagai figur tepat untuk membawa atmosfer penceritaan psikologis yang dingin dan penuh ketegangan. Namun, proses penggarapan naskah berjalan lambat tanpa kepastian jadwal penuntasan. "Sejak awal, 'Heckler' bukan dirancang sebagai remake biasa, melainkan ekspansi dramatis dari semesta Squid Game. Namun, ketika proses pengembangan kreatif memakan waktu bertahun-tahun tanpa kepastian skenario yang rampung, momentum berharga itu perlahan memudar," ungkap seorang sumber internal industri.
Laporan dari media industri The Playlist dan The Tab mencatat empat alasan utama di balik pembekuan proyek ini. Faktor-faktor tersebut meliputi hilangnya momentum kreatif akibat penundaan naskah, serta padatnya jadwal kerja David Fincher pada proyek film lain. Selain itu, restrukturisasi jajaran eksekutif penyedia layanan streaming turut memperketat kriteria persetujuan anggaran besar. Netflix juga mengalihkan fokus strategi global dari adaptasi bahasa Inggris ke investasi pada konten lokal kawasan internasional.
Langkah efisiensi ini sejalan dengan perubahan iklim bisnis industri pemutar media streaming global. Platform kini lebih memprioritaskan tingkat imbal hasil investasi (ROI) ketimbang menggelontorkan dana besar untuk pembuatan waralaba baru. Kekhawatiran kultural internal juga menjadi pertimbangan penting dalam pembatalan ini. Memindahkan latar ke Amerika Serikat dikhawatirkan mengikis kritik sosial mengenai krisis utang dan hierarki kelas yang menjadi inti cerita asli dari Korea Selatan.