Negara Eropa Pertimbangkan Boikot Piala Dunia Usai FIFA Rencanakan Penjualan Saham
Negara-negara anggota UEFA menggelar rapat darurat pekan ini untuk membahas potensi boikot Piala Dunia setelah Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham entitas komersial baru senilai 20 miliar dolar AS kepada investor swasta, dilansir dari Sky News pada Selasa (28/7/2026).
Rencana tersebut mencakup penjualan lebih dari 20 persen saham entitas FIFA Forward Enterprise dengan target penggalangan dana sebesar 4,2 miliar dolar AS dari investor luar. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dilaporkan tidak mengetahui rencana strategis itu sebelum diumumkan secara mendadak oleh FIFA.
Badan pengatur sepak bola Eropa menilai langkah FIFA tersebut melanggar batas tata kelola institusi olahraga dunia.
"Ini menyeberangi garis yang tidak boleh dilintasi oleh lembaga tata kelola sepak bola. UEFA menyikapinya dengan sangat serius," tegas UEFA dalam sebuah pernyataan resmi.
Pihak UEFA menambahkan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus menyadari dampak jangka panjang dari rencana penjualan lisensi komersial tersebut.
"Begitu pula setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Begitu pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan siapa saja yang peduli dengan masa depan permainan ini," lanjut UEFA dalam pernyataan tersebut.
UEFA menekankan bahwa hak tata kelola sepak bola tidak seharusnya diperjualbelikan demi keuntungan komersial semata.
"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan – terutama dengan transparansi nol mengenai siapa yang memperoleh keuntungan secara finansial. Tidak ada satu pun dari kita yang merupakan pemilik sepak bola. Ini bukan milik FIFA untuk dijual," tambah UEFA.
FIFA berencana menyalurkan hasil pendanaan tersebut kepada 211 asosiasi anggota, yang akan menerima akses dana hingga 20 juta dolar AS pada periode 2027 hingga 2030 untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan kompetisi.
"Tahap pertumbuhan kita selanjutnya membutuhkan struktur yang dibangun untuk itu, di mana sisi komersial dari permainan ini beroperasi sebagai bisnis yang fokus dan berdedikasi, dengan nilainya dibagikan secara lebih banyak dan lebih baik di seluruh dunia," kata Presiden FIFA Gianni Infantino.
Infantino menambahkan bahwa skema pendanaan baru ini bertujuan untuk memberikan kemandirian finansial bagi seluruh asosiasi anggota FIFA.
"Setiap Asosiasi Anggota FIFA harus memiliki kesempatan untuk mencari bagian yang adil dari pendanaan yang tersedia untuk membentuk masa depannya sendiri, memutuskan sendiri daripada mengandalkan orang lain. Ini adalah tentang demokratisasi sepak bola di seluruh dunia," ujar Gianni Infantino.
Penolakan juga timbul dari kalangan pejabat publik Inggris yang menilai nilai kompetisi sepak bola tidak boleh dikomersialisasi secara berlebihan.
"Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Ini adalah kompetisi terbesar dalam olahraga dunia, dan tidak pernah menjadi milik siapa pun untuk dijual. Hiasi kesepakatan itu bagaimanapun Anda suka. Setelah Anda menjual sebagian darinya, Anda telah menjual seluruhnya," tegas Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham melalui akun X miliknya.