Negara BRICS Buka Forum Ekonomi Kreatif WAVES Bazaar 2026
Pemerintah India menggelar forum industri kreatif BRICS Creative Economy WAVES Bazaar 2026 di Trident Nariman Point, Mumbai, India, pada 6 hingga 8 Agustus 2026. Ajang internasional tersebut mempertemukan delegasi dari 11 negara anggota dan mitra guna merumuskan kolaborasi bisnis lintas sektor media digital. Seperti dilansir dari Detik Travel, pertemuan ini membahas peluang distribusi serta kerja sama strategis di bidang film, televisi, OTT, animasi, VFX, hingga gaming.
Ajang ini turut dihadiri perwakilan platform global seperti Netflix dan Amazon Prime. "BRICS WAVES Bazaar telah menampilkan potensi luar biasa dari kolaborasi kreatif di antara negara-negara BRICS dan negara-negara mitra. Kemitraan dan diskusi yang dimulai di sini menandai awal dari kerja sama produksi, kolaborasi bisnis, dan pertukaran kreatif yang lebih kuat," ujar Managing Director NFDC, Prakash Magdum.
Dalam sesi diskusi terpandu, para pelaku industri menyoroti potensi besar Indonesia sebagai pasar hiburan paling berskala di kawasan Asia Tenggara. Indonesia mencatatkan populasi 284,4 juta jiwa dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga mencapai USD 127,4 miliar.
Sektor sinema Indonesia memimpin angka penonton bioskop di Asia Tenggara sebanyak 127,4 juta tiket per tahun. Selain itu, film lokal mendominasi hingga 68 persen pangsa pasar bioskop nasional. Meski memiliki antusiasme penonton yang masif, Indonesia menghadapi keterbatasan infrastruktur fisik dengan rasio 8,4 layar per satu juta penduduk dari total 2.375 layar. Kesenjangan ini menimbulkan tantangan distribusi yang dinilai cukup signifikan bagi para sineas independen.
Sebagai solusi atas kendala distribusi tersebut, para pemimpin industri sepakat meluncurkan BRICS Independent Producers Alliance (BIPA). Wadah internasional permanen ini dibentuk untuk menghubungkan para produsen di seluruh negara BRICS melalui investasi, pendidikan, inovasi, dan proyek kolaboratif.