Nauru Resmi Mengubah Nama Negara Menjadi Republik Naoero

Share

Republik Naoero resmi menjadi nama baru bagi negara kepulauan yang sebelumnya dikenal sebagai Nauru. Perubahan ini disesuaikan dengan ejaan dan pengucapan asli bahasa setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Negara ini terletak di kawasan Mikronesia, bagian tenggara Samudra Pasifik. Jarak terdekatnya dari wilayah Papua di Indonesia mencapai sekitar 2.700 kilometer, atau setara dengan rentang jarak antara Aceh dan Bali.

Pengucapan nama negara ini mengalami pergeseran dari 'Now-roo' menjadi 'Now-ero'. Selain itu, pendaftaran internasional juga menyesuaikan kode negara yang semula NRU menjadi NRO.

Sebutan bagi para penduduknya kini turut disesuaikan. Warga setempat kini disapa sebagai 'dei-Naoero', menggantikan sebutan Nauruan yang digunakan sebelumnya.

Negara ini dihuni sekitar 12.000 jiwa. Jumlah populasi tersebut menempatkannya sebagai negara terkecil ketiga di dunia berdasarkan jumlah penduduk, berada di atas Tuvalu dan Vatikan.

Alasan Pemulihan Nama Tradisional

Pemerintah setempat menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna memulihkan sebutan tradisional. Penggunaan nama 'Nauru' pada masa lalu hanya ditujukan untuk mempermudah pengucapan masyarakat internasional.

"Perubahan yang diusulkan ini bertujuan untuk lebih menghormati warisan bangsa kita, bahasa kita, dan identitas kita," kata Presiden Republik Naoero, David Adeang.

Pihak otoritas menilai penyesuaian ini membawa kebanggaan nasional yang baru. Identitas tersebut sebenarnya telah lama digunakan oleh warga lokal serta dicantumkan dalam lambang negara.

"Penamaan tersebut sudah menjadi identitas rakyat, tercantum dalam lambang negara, dan digunakan dalam masyarakat; dan yang terpenting, diizinkan oleh konstitusi," ujar pernyataan resmi pemerintah.

Dukungan Otoritas dan Lembaga Internasional

Langkah pengembalian nama tradisional ini pernah dilakukan oleh beberapa negara lain. Eswatini mengembalikan namanya dari Swaziland pada 2018, sedangkan Turki mengubah sebutan internasionalnya menjadi Türkiye pada 2022.

Saat ini, situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperbarui pencatatan nama negara tersebut menjadi Naoero. Penyesuaian serupa juga dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Australia, Selandia Baru, serta kedutaan besar Amerika Serikat dan Tiongkok.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author