NASA Tunjuk Astronaut Italia Luca Parmitano Jadi Pilot Artemis III

Share

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjuk astronaut asal Italia, Luca Parmitano, sebagai pilot untuk misi berawak Artemis III yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027, dilansir dari Detikcom.

Penunjukan ini menjadikan Parmitano sebagai orang Eropa pertama yang terlibat dalam program penerbangan antariksa berawak utama milik Amerika Serikat tersebut.

Pengumuman kru beranggotakan empat orang beserta satu anggota cadangan ini disampaikan langsung oleh Administrator NASA, Jared Isaacman, pada Selasa (9/6).

Misi Artemis III dirancang untuk menguji wahana pendarat bulan generasi baru di orbit Bumi, yang sekaligus menjadi tahapan krusial sebelum misi menuju kutub selatan Bulan pada Artemis IV tahun 2028.

Kru Amerika Serikat yang bertugas dalam misi ini meliputi Randy Bresnik sebagai komandan, serta Andre Douglas dan Frank Rubio sebagai spesialis misi, sementara Bob Hines disiapkan sebagai kru cadangan.

Artemis III ditargetkan untuk melampaui pencapaian misi Artemis II yang telah berhasil mengelilingi Bulan dua bulan lalu, tepatnya pada April, sekaligus memecahkan rekor jarak penerbangan milik Apollo 13.

"Hari ini kita mengambil langkah berani berikutnya dalam upaya umat manusia kembali ke Bulan, dengan membangun fondasi luar biasa yang telah diletakkan para astronaut Artemis II," kata Administrator NASA Jared Isaacman.

Pihak otoritas menyatakan bahwa kolaborasi internasional ini melibatkan puluhan ribu talenta terbaik di industri antariksa guna membuka era baru eksplorasi ruang angkasa.

"Para astronaut Artemis III, bersama ESA dan mitra internasional kami, serta puluhan ribu talenta terbaik di NASA dan industri antariksa, sedang membuka era keemasan baru eksplorasi ruang angkasa. Mereka membawa harapan dan impian generasi berikutnya, sebagaimana para astronaut Apollo menginspirasi banyak dari kita," ujarnya.

Parmitano yang kini berusia 49 tahun sebelumnya terpilih sebagai astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) pada 2009 dan telah menyelesaikan dua misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Mantan pilot uji Angkatan Udara Italia ini juga memiliki pengalaman aktivitas luar wahana (spacewalk), termasuk insiden tahun 2013 saat helmnya terisi air akibat kegagalan sistem pakaian antariksa.

"Saya merasa terhormat menjadi bagian dari kru ini, sekaligus rendah hati. Rekan-rekan saya membawa beragam pengalaman yang sangat berharga. Saya menantikan kesempatan bekerja bersama mereka, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik sesuai peran saya," kata Parmitano dalam pernyataannya.

Keterlibatan Parmitano dipandang sebagai pencapaian besar bagi Italia di tengah persaingan mitra internasional NASA untuk mendapatkan peran lebih besar dalam eksplorasi antariksa.

"menegaskan sekaligus memperkuat peran dan kapabilitas sistem antariksa Eropa dan Italia dalam eksplorasi manusia terhadap alam semesta," kata Presiden Badan Antariksa Italia Teodoro Valente.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author